
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Orientasi Peningkatan Status dan Anggota Baru PWI Sumatera Selatan digelar Rabu, 02 Oktober 2024 di Sekretariat PWI Sumsel Jalan Supeno No.11, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan yang diikuti oleh 27 Wartawan Jenjang Muda dan 4 Wartawan Jenjang Biasa.
Mewakili Ketua PWI Sumsel Kurniadi ST, Acara dibuka oleh Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumsel Icuk M Sakir didampingi oleh Ketua Bidang Antar Lembaga Anwar Rasuan dan Sigit Sekretaris PWI.
Dalam sambutannya Icuk M Sakir menyampaikan materi UU Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Teknik-teknik Pemberitaan.
“Wartawan adalah profesi bukan pekerjaan karena ini merupakan keahlian khusus. Jika tidak memiliki keahlian khusus maka belum bisa dikatakan profesional oleh karena itu untuk meningkatkan standar nasional maka harus mengikuti UKW seperti Muda, Madya dan Utama”, papar Icuk, Rabu (02/10/2024).
“Kemudian jangan sampai kita salah kaprah antara medsos dengan media online. Kalau medsos pertanggungjawabannya adalah pribadi dan kaitannya UU ITE. Media online tidak bisa langsung diproses secara hukum karena harus melalui Mekanisme-mekanisme seperti dewan pers”, lanjutnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa saat ini ada yang namanya Media konvergen dimana dalam satu kanal dapat mengakses semua, Contoh HP Android yang kita gunakan.
“Ini tantangan kita sebagai wartawan untuk mewujudkan sesuai fungsi : Pemberi Informasi, Edukasi (Pendidikan), Kontrol sosial, Influencer (mempengaruhi), Entertainment (Hiburan)”, kata Icuk.
“Siapa yang tidak menjalankan Fungsinya maka dianggap menyalahgunakan kodratnya sebagai wartawan dan harapan semua dapat lulus dalam test orientasi hari ini”, tutupnya.
Sementara itu, Anwar Rasuan Ketua Bidang Antar Lembaga PWI Sumsel juga menambahkan sebagai wartawan kita harus mengetahui tatanan calon anggota PWI.
“Ada macam-macam wartawan antara lain wartawan profesional, konvensional dan abal-abal, Tugas hanya 2 yaitu mencari berita dan memberitakan”, terang wartawan senior ini serius.
” Oleh karena itu jangan menakut-nakuti, meminta-minta, memeras atau hal-hal yang lain. Jadilah wartawan yang profesional dari hati jangan asal jadi karena tidak ada pekerjaan atau istilah sambilan”, pungkasnya. (Lizar)





