
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO – Got buntu akibat air limbahnya mengalir ke Jalan kemudian masuk ke Perumahan Graha Asri Sukajadi Timur Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.
“Hal itu diduga karena kurang peduli warga setempat untuk membersihkan got dan juga dipicu hujan deras tadi malam/ Kamis malam (13/3/2025), sehingga air masuk ke Perumahan Graha Asri,”kata warga setempat.
Menurutnya, bila tidak ada kepedulian yang tinggi dari warga setempat melihat got buntu bahkan tanah penghijauan dikuasai oleh warga,tidak dipungkiri air limbahnya mengalir ke Jalan lalu masuk ke Perumahan Graha Asri.
“Untuk itu mohon kepedulian warga membersihkan got yang buntu agar air tidak mengalir ke Perumahan Graha Asri,”ajaknya.
Berapa pemilik Ruko Apotek Radhika, ibu Hj Azizah, sia membuat parit asalkan pihak pak Maisar membuka parit, dan juga pihak warga Paimin yang harus melakukan hal yang sama supaya kita lancar dalam usaha bisnis di sana serta menjaga lingkungan RW 08 RT 40.
Susilawati Ketua RT 43 RW 09 menyebutkan, sudah berkoordinasi untuk melakukan pembuatan parit untuk tidak manggu Jalan Talang Betutu Lama Komplek Graha Asri dan sekitarnya.
Ketua RW 09 saat diwawancara mengatakan, untuk mengatasi got tersebut sudah berulang kali kita sampaikan bahkan sudah kita bongkar, untuk membersihkan got tersebut, tapi masih ada warga yang tidak mengindahkan bahkan tahan penghijauan itu sudah dikuasai oleh warga dibuatkan pagar yang permanen.
“Sebenarnya mulai dari pintu gerbang Mega Asri 2, sampai ke Ruko itu di adalah tanah penghijauan, tapi inilah faktanya di lapangan, “papar Ketua RW 09 Firdaus Har.
Menurut Ketua RW 08, Saprin Rusli mengatakan, banyak warga yang tak peduli dengan lingkungan, termasuk tanah penghijauan, seperti di Perumahan Graha Asri, banyak yang menguasai bahkan di jadikan tempat usaha di sewakan untuk menjadi objek bisnis kuliner dan lainnya, itulah sipat manusia yang rakus, tidak perduli kepada lingkungan, bahkan yang menyewakan tidak tahu kepada Ketua RT dan RW, padahal orang yang hebat semua, ada PNS dan juga pensiunan PNS, tapi itu lah kenyataan.
Kami, katanya mengharap kepada Bupati Banyuasin, untuk mengambil tindakan yang tegas kepada warga yang sebenarnya menguasai tanah di Banyuasin. Sekali lagi mohon didata kembali untuk ditertibkan dan turun langsung ke lapangan, baik itu Lurah maupun pak Camat agar tahu dengan kondisi yang sebenarnya.
“Lebih kurang 300 meter perlu diperbaiki oleh Bupati Banyuasin maupun Gubernur Sumsel,”jelasnya. (Saprin)





