Read Time:2 Minute, 31 Second
Pemberitaan ini ternyata membuat kekhawatiran tersendiri bagi para tenaga kerja yang sehari-hari bekerja di sana. Salah satu pekerja Kita Sebut saja Namanya “Bunga,”tampak gelisah dan melemparkan pertanyaan, siapa yang sudah membuat Viral
“Siapo Kak yang virralke ke MBG kami? Kami macet klu di-suspend, wong pacak dak begawe aku. Cari yang Laen Bae ooh yang kami nih jangan,” ucap Bunga dengan nada cemas, mengungkapkan kekhawatirannya jika keberadaan dapur tersebut terkena sanksi penghentian operasional, yang berimbas langsung pada hilangnya mata pencaharian dirinya dan rekan-rekannya.
Sementara itu, rekan pekerja lainnya, kita sebut Saja Madona, menuturkan bahwa pemberitaan yang beredar juga memicu kekecewaan dari pihak pemilik dapur. Menurut Madona, pemilik berniat menelusuri siapa pihak yang dianggap telah memberikan informasi yang membuat nama dapur yang dikelolanya menjadi sorotan publik hingga viral.
“Pemilik dapur MBG tidak senang dengan berita yang beredar. Beliau mau melacak siapa yang telah memberitakan sampai bisa viral seperti ini,” ungkap Madona, menceritakan respon pihak manajemen atas pemberitaan tersebut.
Merespons ketidaknyamanan yang disampaikan pihak pengelola maupun pekerja dapur, awak media yang tergabung dalam Media Center Jurnalis Kertapati (MC-JK) memberikan tanggapan tegas namun tetap berlandaskan prinsip jurnalistik. Pihak media menegaskan bahwa pemberitaan yang dimuat telah melalui proses verifikasi dan didasarkan pada fakta yang ada di lapangan.
“Kalau pihak pengelola atau pemilik dapur merasa tidak berkenan atau merasa ada ketidaktepatan dalam pemberitaan yang telah ditulis, silakan saja. Sesuai peraturan pers, mereka punya hak jawab yang sah dan bisa kami muat sebagaimana mestinya,” tegas perwakilan awak media.Kamis (21/05/26)
Lebih jauh, MC-JK menegaskan bahwa berita yang disebarluaskan bukanlah isu tanpa dasar. “Kita selaku awak media menerbitkan berita tersebut murni berdasarkan barang bukti nyata, mulai dari rekaman video kondisi di lapangan, foto-foto dokumentasi, hingga keterangan dari narasumber yang kami wawancarai langsung. Kami hanya menayangkan apa yang menjadi fakta dan keluhan masyarakat sekitar, agar perhatian dan perbaikan segera dilakukan,” tambahnya.
Pihak media juga berharap, sorotan yang muncul justru menjadi jalan perbaikan bagi pengelolaan dapur MBG Yuspa agar lebih tertib, bersih, dan sesuai standar kesehatan serta lingkungan, sehingga program yang bertujuan mulia ini dapat berjalan baik tanpa menimbulkan masalah baru bagi warga sekitar. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi tertulis maupun pernyataan hak jawab yang disampaikan pihak dapur MBG Yuspa terkait pemberitaan tersebut. (HR)



