
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Kriteria jalur prestasi dalam SPMB SMAN 5 Palembang 2026 kembali disorot LSM Gerakan Rakyat Kota Palembang. Organisasi ini tidak hanya mempertanyakan standar prestasi tingkat provinsi-nasional, tetapi juga menyinggung kepemimpinan sekolah.
Menurut Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 5 Palembang, Budi Robintas, calon siswa jalur prestasi berpotensi diterima jika memiliki prestasi minimal tingkat provinsi dan nasional. Prestasi tingkat kelas meeting atau sekolah dinilai sulit diterima.
Pernyataan itu ditanggapi Ketua LSM Gerakan Rakyat Kota Palembang, Syawalludin. Ia menilai syarat tersebut tidak realistis bagi lulusan SMP.
“Di usia anak SMP yang baru mau masuk SMA, untuk berprestasi di tingkat provinsi saja bisa dihitung jari, apalagi tingkat nasional dan internasional. Hal semacam ini jelas-jelas tidak mendukung perkembangan prestasi, khususnya bidang olahraga di Sumatera Selatan,” kata Syawalludin.
Syawalludin menilai siswa yang sudah mengukir prestasi tingkat kota atau antar pelajar dan memiliki piagam pembuktian, seharusnya tetap diberi ruang di jalur prestasi. “Sudah ada prestasinya, sudah mengharumkan nama sekolah. Seharusnya itu dihargai dengan diterima untuk menghargai siswa yang sudah berprestasi,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan transparansi mekanisme penilaian Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan: “Bagaimana cara perhitungan dari Dinas untuk bisa masuk di jalur prestasi? Publik perlu tahu standarnya.”
Lebih lanjut, Syawalludin melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan sekolah. “Jika kepala sekolah tidak sanggup memimpin, lebih baik mengundurkan diri ataupun dicopot,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 5 Palembang dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel belum memberikan tanggapan resmi atas desakan evaluasi tersebut.
SMAN 5 Palembang membuka kuota 396 siswa baru SPMB 2026 melalui empat jalur, termasuk jalur prestasi akademik 10%, non-akademik 5%, dan Tes Kemampuan Akademik 15%. (tim)





