
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Ulah oknum Sekretaris Pendidikan Kabupaten OKI inisial AR makin menjadi pasalnya kini dalam pengadaan soal ujian sekolah dan ujian akhir sekolah diduga kuat dikordinir oleh yang bersangkutan.
Dijelaskan salah satu sumber, Kepala Sekolah yang minta identitasnya dirahasiakan, pengadaan ujian sekolah itu seharusnya dikordinir oleh masing-masing sekolah melalui panitia pembuatan soal.
“Tapi nyatanya hal itu tidak berlaku, justru oknum AR melalui K3S meminta agar mengkordinir seluruh kepala sekolah SD untuk mencetak dan menggandakan soal yang ada”, ujar Kepsek, Selasa (19/07).
“Kemudian untuk dananya pihak sekolah diminta untuk menyetorkan ke pihak percetakan. Ada pun besaran uang soal ujian yang diminta dibebankan per siswa yakni sebesar Rp. 12 ribu per siswa, Ujian sekolah dan ujian akhir sekolah itu bagi siswa kelas 4,5 dan 6”, lanjutnya.
Diakui Kepala sekolah tersebut, ada kemungkinan dugaan kerjasama dengan pihak percetakan guna melancarkan aksinya.
“Setelah soal ujian tersebut dicetak, kemudian diambil dan dibagikan oleh K3S masing-masing Kecamatan ke sekolah-sekolah yang ada. Tentu hal tersebut tidak diperbolehkan, karena untuk urusan soal ujian layaknya bukan wewenang dinas pendidikan, apalagi hingga mengelolahnya”, terang kepsek.
Hal tersebut menjadi persoalan karena para kepala sekolah kebingungan untuk membuat SPJ uang yang diminta sebesar Rp. 12 ribu per siswa tadi.
“Karena merasa takut dan merasa yang bersangkutan adalah pimpinan maka para kepala sekolah hanya menuruti saja”, ungkapnya.
Atas permasalahan tersebut diminta kepada Bupati OKI untuk mengevaluasi kinerja Oknum Sekretaris Disdik agar tidak memberatkan sekolah. Hingga berita ini diturunkan oknum AR yang dimaksud belum berhasil dikonfirmasi. (tim/red)





