
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO || Berdasarkan hasil evaluasi kinerja Kartu Tani, Kementerian Pertanian menambah wilayah kerja baru kartu tani BRI yang semula 19 Provinsi menjadi 22 Provinsi dimana salah satu wilayah kerja barunya adalah Sumatera Selatan.
Hal Ini merupakan awal terciptanya sinergitas antara Bank BRI Regional Office Palembang dengan Kementerian Pertanian yang diwakilkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Selatan.
Kamis (2/07) bertempat di kantor Bank BRI Regional Office Palembang menggelar acara sosialisasi implementasi Kartu Tani yang merupakan program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan mengundang para stakeholder dan di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumsel Dan Dinas Pertanian dan Hortikultura dari 17 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, PT.Pupuk Indonesia, PT.Pupuk Sriwijaya serta Perwakilan kios pupuk lengkap (KPL) dan juga perwakilan dari Petani.
Dalam acara tersebut dilakukan penyerahan Kartu Tani secara simbolis kepada Perwakilan Petani di Provinsi Sumatera Selatan dan Penyerahan mesin EDC yang siap disalurkan kepada pemilik kios pupuk lengkap ( KPL ) Sebanyak 150 mesin EDC dan sisanya akan dipenuhi secara bertahap.
Kegiatan sosialisasi Kartu Tani adalah salah satu bentuk percepatan penyaluran Kartu. Sesuai dengan fungsi kartu tani selain sebagai alat untuk monitoring penebusan pupuk bersubsidi dan memberikan kemudahan akses layanan jasa perbankan kepada para petani juga merupakan sarana yang efektif untuk menentukan kebijakan serta monitoring dan evaluasi program pemerintah.
Melalui Kegiatan Sosialisasi ini Bank BRI berkomitmen bersama Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan akan mendukung program Kartu Tani di Provinsi Sumsel sebagai upaya meningkatan kesejahteraan petani dan memenuhi terwujudnya asas 6 tepat + 1 Pupuk subsidi yaitu : Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumsel Bambang Pramono ketika diwawancarai disela acara mengatakan bahwa dengan adanya Sosialisasi Implementasi Kartu Tani di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para Petani karena Kartu Tani ini disyaratkan untuk Para Petani melakukan penebusan kemudian Kartu Tani ini berbasis Nomor Induk Kependudukan yang terdaftar di Simultan yang mempunyai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Dijelaskan juga bahwa Kartu Tani ini awal dari perbaikan kita dalam proses penebusan pupuk bersubsidi untuk itu kita support penyaluran Kartu Tani di Provinsi Sumatera Selatan.
Dengan luas areal pertanian yang ada di Provinsi Sumsel 470602 hektar sedangkan jumlah petani yang terdaftar di Simultan ada 789509 Kartu Keluarga (KK). Sementara pada tahun 2022 jumlah petani yang melakukan penebusan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 424.000 petani angka tersebut tentunya masih jauh dibandingkan dengan jumlah yang terdaftar di Simultan.
Hal inilah yang tentunya dapat kita dorong untuk 17 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumsel untuk melakukan input Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tersebut sehingga harusnya jumlah petani yang berjumlah 789509 tersebut mendapatkan kartu tani.





