
EMPAT LAWANG, MEDIARAKYAT.CO || Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 03 kecamatan Ulu Musi kabupaten Empat Lawang Saripudin,SPd. di duga telah menggelapkan dana BOS, terhitung selama 4 tahun tidak terealisasi selain gaji guru honorer sebanyak 11 orang dengan rincian Rp. 24.000 per jam x 88 jam x 4 bulan, terhitung pengeluaran dana BOS untuk gaji guru honorer total nya sebesar Rp. 8.448.000 per 4 bulan
Sementara gaji untuk tugas tambahan kesiswaan sebesar Rp. 50.000 perbulan dengan rincian Rp. 200.000 per 4 bulan, gaji humas Rp. 200.000 per 4 bulan, gaji wali kelas Rp. 200.000 perbulan dengan rincian sebanyak 6 kelas menjadi Rp. 1.200.000 per 4 bulan, pembina les Rp. 200.000 per 4 bulan, petugas perpus Rp. 200.000 per 4 bulan, tata usaha Rp. 75.000 per 4 bulan dan penjaga sekolah Rp. 200.000 per 4 bulan, jadi total keseluruhan Rp. 2.275.000 per 4 bulan dan bila di tambahkan dengan gaji guru honorer Rp. 8.448.000 per 4 bulan maka total nya Rp. 10.723.000, sementara dana BOS SMP Negeri 03 Ulu Musi lebih kurang Rp. 42.000.000
Sementara pembelian Alat Tulis Kantor (ATK) hanya setahun sekali, dengan rincian pembelian sapu, pembelian spidol satu lusin, pembelian tinta spidol satu lusin
Selain itu di sampaikan pula oleh narasumber yang tidak mau di sebut nama nya, baik dewan guru, komite dan wali murid mengatakan, kepsek juga telah melakukan pungutan kepada siswa sebesar Rp. 10.000 per siswa sebanyak 120 siswa untuk biaya kegiatan 17 agustus 2022 serta dewan guru yang di bebani dari Rp. 10.000 hingga Rp. 50.000, dalam pungutan tersebut di katakan sukarela namun di tentukan nominal nya, selain itu di sampaikan pula tentang pembelian baju siswa sebesar Rp. 350.000 yang di nilai sangat mahal oleh beberapa wali murid bila di banding kan dengan sekolah lain.
Dari beberapa informasi tersebut, telah di lakukan konfirmasi lewat via WA kepada kepsek SMP Negeri 03 Ulu Musi Saripudin, di kutif dari seluruh jawaban nya kepsek menyangkal semua laporan tersebut, di katakanya bahwa dana BOS telah terealisasi sesuai juklak dan juknis, selanjutnya kepsek menerangkan ” Yang namanya mitra itu saling memberi informasi dan saling menasehati setiap orang pasti ada kekeliruan dalam melangkah dan tugas mitra lah yang melurus kan, bukan saling menjerumuskan”, terangnya. (y2n)





