
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten OKI bersama ratusan masyarakat OKI turun kejalan untuk menolak atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM ) yang dilakukan pemerintah dalam aksi pernyataan sikap penolakan BBM.
Kegiatan aksi tersebut dipimpin langsung oleh koordinator aksi dari DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Darmansyah yang didampingi koordinator lapangan Ilham dalam aksi pernyataan sikap yang dilakukan di beberapa titik Sabtu (10/09), Pusat kegiatan dilaksanakan di depan kantor PMI OKI.
Darmansyah mengatakan dalam aksinya, point penolakan PKS atas kenaikan harga BBM bersubsidi PKS menolak kenaikan BBM bersubsidi dan meminta agar kenaikan tersebut dibatalkan dan harganya dikembalikan ke kondisi semula.

“PKS meminta pemerintah segera mengeluarkan peraturan dalam rangka penyaluran BBM bersubsidi ini lebih tepat sasaran agar dilakukan pembatasan terhadap kelompok masyarakat tidak mampu untuk menikmati BBM bersubsidi”, ucapnya.
Darmasyah menjelaskan bahwa (1). Dana Subsidi Dalam Anggaran APBN 2022 sudah direvisi dengan asumsi harga ICP dari USD 63 menjadi USD 100 Per Barel yang tertuang dalam Perpres No. 98 Thn 2022 yaitu 208,9 triliun untuk subsidi dan 301,1 triliun untuk kompensasi.
Ini artinya sampai akhir tahun ketika harga minyak dunia dalam rentang asumsi ini maka anggaran subsidi ini akan mencukupi dan tidak ada alasan adanya ketakutan akan pembengkakan anggaran saat ini.
(2). Pemerintah tidak amanah dan lalai dalam memastikan subsidi BBM ini tepat sasaran, (3). Presentase kenaikan BBM yang besar secara tiba tiba yang melewati batas psikologis masyarakat, (4) Masyarakat yang belum pulih benar dari dampak pandemi dan sangat rentan terdampak kenaikan BBM ini dari Egi daya beli, (5). Dampak ikutan inflasi yang akan menyebabkan naiknya harga harga barang, (6). Kenaikan BBM akan berpengaruh pada harga pangan.
Sementara anggota DPRD Kabupaten OKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sandra Atika SKM mengatakan dalam sambutanya, kenaikan BBM ini akan berdampak pada perokonomian.
“Imbas pada masyarakat paling bawah, kenaikan BBM ini tentu saja akan menaikan ongkos produksi dalam semua kegiatan dari transportasi maupun dari bahan baku. Inti semua kegiatan ini adalah penolakan kenaikan BBM, kami dari PKS mempunyai harapan dari pemerintah pusat untuk dapat menormalkan kembali harga BBM bersubsidi demi untuk kepentingan rakyat bersama”, Ujar Sandra.
“Dengan adanya penurunan dan menormalkan kembali harga BBM, masyarakat akan kembali merasakan harga harga seperti semula. Jadi dengan adanya kegiatan ini sekali lagi kami berharap pemerintah pusat dapat mengembalikan harga BBM seperti semula”, harapnya. (nov)





