
JAKARTA, MEDIARAKYAT.CO || Beredar pemberitaan dugaan penganiayaan beberapa relawan pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh belasan oknum TNI di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH di Jl. Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12) sore kini ditanggapi oleh Ketua Umum JNIB (Jembatan Nasional Indonesia Baru) Nachung Tajudin.Â
Nachung mengecam keras atas tindakan dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap relawan Ganjar-Mahfud dan meminta kepada aparat hukum segera bertindak tegas kepada oknum TNI tersebut.Â
“Kami minta APH agar tidak tebang pilih dalam menangani kasus tersebut dan meminta agar diusut tuntas sampai ke akar-akarnya”, kata Nachung (01/01/2023).Â
Kemudian Ketua JNIB ini menegaskan jika pihak berwenang tidak mampu menyelesaikan kasus ini sebaiknya mengundurkan diri saja dari jabatannya.
” Kami mendesak Kapolri untuk turun tangan, jika tidak sebaiknya mengundurkan diri saja kalau tidak mampu untuk menangani kasus tersebut”, tegasnya.Â
Nachung juga meminta agar Presiden Jokowi segera memerintahkan Kapolri untuk gerak cepat mengusut dan menyelesaikan permasalahan ini.
“Kami pun mendesak Presiden Jokowi segera menginstruksikan agar Kapolri atau APH bergerak cepat. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, baik pada masa pemilu maupun setelahnya”, kata Pria berkaca mata ini.
Dilansir dari media voaindonesia.com Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi menyatakan telah memerintahkan Danyonif Raider 408/Sbh dan Denpom IV/4 Surakarta untuk menahan 15 prajurit terduga kasus penganiayaan guna memeriksa, menyelidiki dan mendalami keterlibatan oknum prajurit tersebut, serta melakukan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku
Beberapa jam sebelumnya Pusat Penerangan TNI membenarkan adanya sejumlah prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Raider Kodam IV Diponegoro menganiaya beberapa warga sipil yang mengenakan atribut calon presiden Ganjar Pranowo.
Dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/12) malam, Kodam IV/Diponegoro mengatakan pengeroyokan itu karena kesalahpahaman akibat suara bising knalpot brong sepeda korban.
“Informasi sementara yang diterima, bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman di antara kedua belah pihak,” kata Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Richard Harison.(red)Â





