
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO || Pemateri kedua Pada Pra UKW Marah Sakti Siregar selaku ketua komisi pendidikan PWI Pusat dengan Materi Tehnik wawancara dan penulisan berita yang baik dan benar, dimulai dari wawancara narasumber hingga penulisan berita.
Sakti Siregar memaparkan dalam Zoom Meeting bagaimana seorang wartawan dalam mencari informasi, misalnya dimulai dengan menghubungi narasumber hingga menggali informasi tersebut sedetail mungkin.
“Untuk mendapatkan informasi dari narasumber kita bisa wawancara lewat tertulis, tatap muka ataupun melaui wawancara cegat ataupun melaui alat komunikasi,” terangnya, Selasa (23/4/2024).
“Setelah wawancara dan sudah mendapatkan informasi dari narasumber, kata dia, wartawan melakukan penulisan berita merujuk pada pola piramida terbalik dengan rumus 5W 1, Jika melihat pada unsur-unsur teks berita 5W 1H, maka struktur ini memuat unsur Who (Siapa), Where (Dimana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana)”, lanjutnya.
Kemudian, katanya, kita dapat menentukan anggel berita dimulai dari head line (judul berita), lead (teras berita), Isi berita hingga kaki berita.
Diterangkan Marah Sakti Siregar untuk mempermudah para wartawan dalam membuat teras berita PWI Pusat pada tanggal 15 Oktober 1977 membuat sepuluh pedoman penulisan teras berita.
“Teras berita yang menempati alinea pertama atau paragraf pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita, alinea atau paragraf pertama itu terdiri dari atas lebih dari satu kalimat akan tetapi sebaiknya jangan melebihi tiga kalimat,” ujarnya.
Disebutkan, Teras Berita dengan mengingat sifat bahasa Indonesia jangan mengandung lebih dari antara 30 dan 45 perkataan, apabilah teras berita singkat misalnya terdiri atas 45 perkataan atau kurang dari itu maka hal itu lebih baik.(Lizar)





