
MUARA ENIM, MEDIARAKYAT.CO – Kasus dugaan penipuan politik kembali mencuat di Sumatera Selatan. Seorang calon kepala daerah di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.
Korban penipuan ini inisial BR yang mengaku menjadi korban tipu daya pengusaha asal Samarinda bernama MRH dengan Kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Korban menerangkan Kronologi dugaan penipuan tersebut berawal dari Pertemuan pada 13 Juli 2024, dirinya bertemu dengan MRH di salah satu hotel di Palembang.
“Pertemuan tersebut membahas pencalonan saya (BR) untuk Pilkada Muara Enim 2024, baik sebagai Wakil Gubernur maupun Wakil Bupati”, ungkap BR kepada awak media, Kamis (28/08/2025).
” Lalu perjalanan ke Jakarta, Pada tanggal 17 Juli 2024, Saya bersama istri dan anak bungsu berangkat ke Jakarta. Malam harinya, MRH meminta dana sebesar Rp300 juta dengan alasan untuk memperoleh rekomendasi dari Partai Gerindra”, lanjutnya.
Jadi, lanjut BR, Penyerahan Dana Pertama sebesar Rp300 juta yang dipinjam dari AT kemudian ditransfer ke rekening MRH dengan janji akan diserahkan kepada Habib Syarif Muhammad Bahauddin Al-Alawi bin Yahya agar rekomendasi partai segera keluar. MRH meyakinkan BR bahwa dirinya pasti akan diusung oleh Partai Gerindra.
“Dana tersebut lalu dicairkan oleh MRH dan dimasukkan dalam kantong kresek untuk diserahkan ke Habib Bahaudin melalui Iwan dan diterima oleh Habib”, terang BR.
Setelah itu korban BR mendapatkan rekomendasi yang langsung ditanda tangani atas nama Dr. (HC) KH. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Rekomendasi yang isinya mengharapkan agar partai Gerindra mau mendukung dan merekomendasikan BR untuk menjadi calon Bupati Muara Enim dari partai Gerindra periode tahun 2024, surat rekomendasi dari Habib Luthfi tersebut bertanggal 19 Juli 2024.
Biaya Tambahan
Setelah surat itu diantarke kantor DPP Partai Gerindra, pada tanggal 22 Juli 2024 MRH kembali meminta biaya perjalanan ke Kalimantan untuk menemui pengusaha tambang batubara, H. Isam, dengan dalih memperoleh dana kampanye. Semua biaya akomodasi, transportasi dan biaya hidup selama di Jakarta ditanggung oleh BR.
“Seiring berjalannya waktu pada 26 Juli 2024 Disepakati biaya pencalonan ditanggung bersama. MRH berjanji menyediakan Rp1,5 miliar, sementara BR diminta menyetor uang Rp500 juta ke rekening PT. Adam Energi milik MRH sebagai jaminan untuk pencairan dana Rp 50 miliar. Lalu uang pun dikirim ke MRH yang menjanjikan uang tersebut akan dikembalikan dalam 1 hari kerja”, katanya lagi.
Namun sangat disayangkan uang tersebut tak kunjung cair. Uang Rp 500 juta sudah ditagih oleh pendana yakni AT ke BR. Bukannya mengembalikan uang yang dijanjikan cuma sehari dipakai itu, tapi pada Tanggal 6 Agustus 2024 MRH kembali meminta uang sebesar Rp12,5 juta untuk biaya administrasi dan atribut partai.
Seperti tak sadar, BR kembali mengeluarkan uang sebesar Rp15 juta pada tanggal 22 Agustus 2024, uang tersebut ditransfer ke rekening MRH untuk pembahasan strategi pencalonan.
“Lalu di tanggal 28 Agustus 2024 MRH kembali meminta Rp50 juta untuk atribut kampanye dan pengurusan SK Partai Gerindra”, kata BR.
Hingga akhir Agustus 2024, SK yang dijanjikan tak kunjung terbit. Masa pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim pun berakhir. Pada 7 September 2024, MRH berjanji mengembalikan seluruh dana.
Namun sayangnya sampai berita ini diterbitkan belum juga ada itikad baik dari MRH yang juga mengaku sebagai anak angkat dari Habib Luthfi bin Yahya.
Pada 30 September 2024, MRH menyerahkan cek senilai Rp3,5 miliar kepada BR dan AT Setelah dicek ke bank, ternyata cek tersebut tidak valid alias kosong.
Indikasi penipuan ini akhirnya dilaporkan korban ke Polres Jakarta Selatan dan sampai kini Polres sudah melakukan panggilan terhadap MRH sebanyak 2 kali namun terduga pelaku tak pernah hadir memenuhi panggilan tersebut.
“Saya berharap kasus ini mendapat perhatian aparat penegak hukum dan agar dapat menghadirkan terduga pelaku untuk mendapatkan penjelasan perihal janji-janji yang diucapkan oleh MRH yang katanya akan mengembalikan kerugian korban berkisar Rp 2.5 Miliar”, pintanya.
“Saya juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam urusan politik yang sering dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan pribadi”, pungkasnya. (Tim)





