
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO – Ketua Satgas MBG Banyuasin yang juga Sekda Banyuasin, Ir Erwin Ibrahim, ST,MM,MBA,IPU ASEAN ENG memastikan pelaksanaan MBG di Banyuasin berkualitas.
Terkait hal ini, digelar rapat dilaksanakan bersama koordinator wilayah SPPG MBG Kabupaten Banyuasin di Rumah Dinas Sekda, Rabu (5/11/2025).
Erwin, menyambut baik berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banyuasin dimana pada saat ini baru ada 34 SPPG.
“Pentingnya keamanan dan kebersihan makanan dalam program tersebut, seluruh proses dari persiapan hingga penyajian makanan harus diawasi secara ketat,”jelas Erwin sembari menyebutkan, tujuannya untuk memastikan makanan yang diberikan layak konsumsi dan bebas dari kontaminasi.
Tentunya Pemerintah Daerah, ujarnya baik di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota, akan all-out dalam menyiapkan kebutuhan program tersebut terutama pada ketersediaan bahan baku pangan.
“Seluruh proses penyajian bahan makanan harus diperiksa secara detail agar higienis dan terhindar dari penyakit atau bakteri, sangat pentingnya standar kebersihan untuk menjaga kesehatan penerima manfaat,”katanya.
Harapan Tahun 2026, lanjut Erwin seluruh daerah di Kabupaten Banyuasin terlayani, MBG ini bukan hanya siswa tapi juga untuk ibu hamil, manula, dan ibu menyusui.
“Pada tahun 2026 Pemerintah Pusat akan menganggarkan 326 T untuk MBG,” jelasnya.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berperan sebagai unit operasional dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Banyuasin Willy menjelaskan, SPPG akan melayani kurang lebih 3.000-4.000 peserta didik dan non peserta didik (sesuai Perpes No.83 Tahun 2024) dengan jadwal operasional yaitu 5 hari kerja perminggu.
Tujuan program MBG ini memenuhi kebutuhan gizi seimbang untuk anak sekolah, meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, dan mendukung tumbuh kembang optimal. Adapun penerima manfaat sasaran dari program MBG berupa 3B siswa/i TK, SD, SMP, SMA dan setara.
“Perlu diketahui di Kabupaten Banyuasin memiliki peluang dalam kekuatan pangan karena wilayah Banyuasin agraris yang menjadi kekuatan untuk kemandirian pangan dan memasok kebutuhan SPPG untuk wilayah sendiri, surplus lahan Pemda yang banyak dapat dibangun SPPG sesuai standar BGN dan SPPG khusus untuk daerah 3T, serta kolaborasi swasta yang solid dalam pemanfaatan dana CSR membangun SPPG demi pencapaian dari target 78 SPPG dan sekarang baru 34 SPPG yang ada,” harapnya. (Lubis)





