
MURATARA, MEDIARAKYAT.CO || Bupati Musi Rawas Utara H. Devi Suhartoni benar-benar datang menghadiri acara debat debat diskusi yang di adakan oleh Aliansi Sopir Batubara di Warung Akim SP 7 Nibung, Senin (01/08).
Kehadiran Bupati yang akrab dipanggil HDS ini yaitu menindaklanjuti tantangan debat oleh anggota DPRD Musi Rawas Utara Amri Sudaryono, namun kenyataannya bertepuk sebelah tangan karena ketidakhadiran sang penantang.
HDS hadir bersama jajaran OPD Pemkab Muratara yang sebelumnya telah melakukan sidak bersama Forkopimda beberapa waktu yang lalu. Kehadiran Kader Banteng tersebut di sambut antusias oleh para sopir dan warga masyarakat yg sudah datang dari pagi hari. HDS sendiri hadir tepat waktu sesuai undangan dari Aliansi Sopir Batubara Nibung yaitu pukul 09.00 WIB.
“Saya hadir sesuai undangan saudara-saudara, sekalian dan memenuhi ajakan saudara Amri untuk turun sama-sama dialog dan diskusi bersama saudara semua supaya ada solusi bagaimana kelanjutan dari angkutan Batubara di Nibung ini. Karena Bapak Amri belum hadir, maka kita tunggu sampai jam Sebelas ya.. sambil kita ngobrol-ngobrol”, Kata HDS saat membuka acara pertemuan tersebut.
HDS menambahkan, bahwa apa yang dilakukan oleh pak Amri, pak Wayan Kocap itu sudah benar, karena mereka adalah Wakil Rakyat yang memang sudah seharusnya menyampaikan aspirasi rakyat dan dirinya sebagai bupati juga sudah benar, mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dari DPRD.
“Harus di pahami ya, saya melakukan kebijakan evaluasi dan review angkutan Batubara ini karena ada statement dari pak Amri dan pak Wayan yang meminta angkutan Batubara ini di tutup, kan saudara-saudara bisa baca sendiri di media online, terus dipidato kondangan, ada kok rekaman pak Wayan minta angkutan ini di tutup. Makanya saya hadir disini si hadapan bapak semua, ayo kita cari solusinya”, Tambahnya.
Untuk itu, dirinya mengaku demi mengayomi masyarakat dirinya bersabar menunggu pihak DPRD Hadir sampai jam 12.00.
Sementara itu salah satu sopir, Hendra menyampaikan kepada bupati terkait keresahan para sopir dan pemilik warung.
“Bapak bupati, perlu bapak ketahui bahwa dengan adanya angkutan Batubara di Nibung ini, sangat bermanfaat bagi kami warga Nibung, baik dari sisi ekonomi maupun sosial keamanan. Dulu di sini jam Tujuh malam kayak kuburan, sepi.. tetapi dengan adanya angkutan ini, 24 jam jalan ramai, warga tidak takut lagi beraktivitas malam”, ungkap Hendra.
Ia menambahkan kalau sampai ditutup bagaimana nasib kredit mobil, bayar anak sekolah dan biaya hidup lainnya.
“Kalau sampai ditutup, Apakah pak Amri dan pak Wayan sanggup bayar kredit mobil ini”, tambahnya.
Pihaknya berharap ada kebijakan bupati yg bisa menjadi solusi keresahan masyarakat karena bukan hanya sopir saja yang menikmati adanya angkutan Batubara ini. Ada tambal ban, bengkel, laundry, warung”, lanjut Hendra.
“Bahkan kami juga menyisihkan penghasilan ini untuk kepentingan sosial pak, seperti bantu kegiatan masyarakat seperti bangun masjid dan lain-lain”, Tegas Hendra.
Setelah jam 12 pihak Amri dan Wayan tidak juga hadir, HDS akhirnya menanggapi aspirasi para sopir tersebut. Ia memastikan angkutan Batubara untuk terus operasional, tetapi dengan syarat.
“Saya tegaskan, silahkan kalian terus angkut tetapi dengan syarat, pertama : jam 06.00 sampai 08.00 WIB dan Jam 16.00 – 18.00 WIB seluruh truk harus berhenti operasi, tidak boleh ada di jalan, karena saat itu, jalan padat anak mau sekolah dan orang berangkat kerja. Jam 16.00 WIB orang pulang kerja, jadi stop. Kedua : di jam tersebut wajib untuk dilakukan penyiraman jalan, jangn ada debu. Dan yang Ketiga : Maintenance jalan harus ditingkatkan, sanggup..?!!”, Tegas Bupati.
Akhirnya arahan dari HDS di sambut dengan teriakan “Setuju” oleh para sopir. (red)





