
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Polemik proyek yang berlokasi di Jl. Tri Tunggal, Perbatasan Famili Ceria 1 RW. 10, Kelurahan Sukamulya, Kec. Sematang Borang, Palembang kini semakin mencuat adanya dugaan tidak sesuai spesifikasi.
Tim LSM Gerakan Rakyat (GeRak) menduga kuat proyek tersebut dikerjakan asal jadi.
Syawaluddin bersama tim investigasi langsung menuju lokasi dan menemukan kejanggalan dalam pengerjaan drainase tersebut, pasalnya baru sebulan sudah seperti ular ‘anaconda’
Kata Syawal, jika talud yang baru dibangun belum satu bulan sudah patah dan bergelombang seperti ular anakonda, ini menandakan bahwa konstruksi talud tersebut kemungkinan tidak sesuai dengan standar teknis.
“Penyebab kerusakan bisa termasuk kesalahan dalam pemilihan material, campuran beton yang kurang baik, teknik pemasangan yang tidak benar, drainase yang buruk sehingga tekanan air tidak terbuang dengan baik, atau kondisi tanah yang tidak dianalisis secara mendalam”, papar Syawal, Senin (13/10/2025).
“Talud yang rusak dengan bentuk seperti gelombang menunjukkan adanya pergerakan tanah bawah yang signifikan atau kegagalan struktural sehingga talud tidak mampu menahan tekanan lateral tanah secara efektif. Intinya dimensi talud batu itu ukurannya sangat minim 20cm x 40cm x 1 meter”, lanjutnya.
Sementara itu Hendri selaku PPK pada proyek tersebut saat dikonfirmasi tim Gerakan Rakyat, terkesan cuci tangan dan menyalahkan pihak lain.
“Baru sudah selesai, sudah di lewati truck bermuatan tanah, untuk penimbunan perumahan, sudah di koordinasi ke pihak perumahan, mereka bertanggung jawab untuk perbaikannya”, kata Syawal mengutip ucapan Hendri PPK.
“Minggu ini mau pembongkaran dulu, minggu depan pelaksanaan perbaikan, nyudahkan pihak perumahan penimbunan dulu”, lanjut Hendri.
“Seharusnya jawabannya tidak boleh menyalahkan pihak lain, disebabkan kontruksi jelek, materialnya mutu kurang bagus, kemungkinan tidak ada cerucup, jadi tidak bisa menahan pegeseran tanah”, tegas Syawal. (Lzr)








