
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Nasional (GANAS), DPW Sumsel Irwan Syaputra akan melayangkan surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI. Provinsi Sumatera Selatan, terkait gelaran Rapat Penyusunan Indikator Penilaian dan Persiapan Tim Interdis Kegiatan Evaluasi Peningkatan Kinerja dan Reformasi Birokrasi Kecamatan Tahun Anggaran 2022/2023.
Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir kinerja sejumlah Camat di Kabupaten OKI dinilai belum memenuhi ekspektasi bahkan pembangunan SDA dan SDM di kabupaten OKI cenderung merosot untuk itu Ketua LSM GANAS DPW Sumsel akan meminta pihak Pemkab OKI untuk mengkaji dan mengevaluasi kinerja Camat yang dinilai tak berkredibel.
Menurut Irwan, Salah satu Indikator kegagalan Camat membangun wilayah teritorialnya selain faktor Moralitas yang cenderung Korup juga disebabkan ketidak mampuan mengimplementasi perencanaan dan penggunaan Dana APBD sehingga alokasi Dana menjadi tidak tepat sasaran.
“Berdasarkan pengamatan kami ada unsur transaksi Ilegal pada penggunaan Dana belanja di sejumlah Kecamatan dan salah satunya Kecamatan Lempuing Jaya.” terang Irwan.
Dugaan Mark up dana yang terjadi di kecamatan Lempuing Jaya tersebut, telah disampaikan oleh Ketua LSM Garda Nasional (GANAS) DPW Sumsel saat di wawancari awak mediarakyat.co pada Sabtu, 02 September 2023 di sekertariatnya.
Iewan menyatakan, adanya kejanggalan terhadap data pendanaan yang tidak wajar pada kecamatan Lempuing Jaya kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI ) pada anggaran tahun 2022/2023 .
Irwan juga menerangkan, Kejanggalan tersebut terlihat pada data pembelian alat tulis kantor (ATK) belanja/ bahan untuk kegiatan kantor (kertas dan cover), pemeliharaan kendaraan Dinas , anggaran makanan, minuman rapat dan beberapa kegiatan lainnya.
“pengadaan ATK berupa: Amplop, Map kulit kambing, Map gantung Fujita, Map oldener, Map plastik, Map biasa, Buku agenda, surat keluar/masuk, Buku, Isi necis, Necis, Lem, Lakban bening, Isi cutter, Mistar plastik, Mistar besi, Penghapus pensil, Binder clip, Bantalan stempel, Pensil, Stabilo, Pelubang kertas, Pena, jilid dan Map batik ukuran folio.”paparnya.
“Sangat tak wajar jika belanja ATK Kecamatan Lempuing Jaya bisa menghabiskan total dana APBD yang cukup fantastis, Saya kira ini hanya akal-akalan oknum Camat dan bendahara nya saja,” Lanjutnya.
“Disitu juga masih ada belanja lainnya yang disinyalir dengan jumlah menjanggalkan, salah satunya anggaran belanja makanan minuman rapat tahun 2023 (kudapan/ Snack ) senilai Rp. 52.800.000,” katanya
Dikatakan Irwan Pihaknya juga menduga adanya kejanggalan pada pendanaan pemeliharaan : Pemeliharaan gedung bangunan tempat pertemuan Rp.33.075.000
Pemeliharaan kendaraan Dinas bermotor perorangan Rp.48.550.000.
Belanja modal peralatan personal computer (PC) Rp.30.000.000 Belanja Pakaian Olaraga Rp.30.000.000.
Pada tahun anggaran 2022 kita juga menilai banyak kejanggalan seperti halnya,belanja bahan bahan/bibit ternak/bibit ikan Rp57.950.000.belanja makanan dan minuman rapat Rp.37.500.000, Belanja makanan dan minuman Jamuan tamu Rp.25.000.000.brlanja alat tulis kantor Rp 21.829.000. Belum lagi data Swakelola yang ada dikecamatan lampuing Jaya yang kita ketahui.
Lanjutnya “Dan apabila dugaan pengelembungan dana ( Mark up ) pada sejumlah kegiatan tersebut terbukti, maka kami akan membuat laporan ke kejari Ogan Komering Ilir ( OKI ) agar kasus dugaan Mark up yang terjadi di Kecamatan Lempuing Jaya diusut tuntas,dimana disebutkan dalam undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi,kolusi dan Nepotisme”.
Menelusuri informasi yang didapat dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Garda Nasional DPW Sumsel, awak media mencoba konfirmasi kepada Camat Kecamatan Lempuing Jaya via WhatsApp pada Sabtu (2/9) Namun belum ada jawaban.
Kemudian pada Senin (4/9) awak mediatakyat.co bersama rekan Media lainnya mengkonfirmasi dengan cara mendatangi Kantor Camat Lampuing Jaya, tetapi tidak juga bertemu dengan Camat Lampuing Jaya.
Berdasarkan informasi dari salah satu Staf yang ada di Kantor tersebut Mengatakan bahwa Camat Tidak ada.
“Beliau lagi ada kegiatan diKabupaten “jelasnya.
Sehingga sampai berita ini diterbitkan Camat Lapuing Jaya Belum Berhasil dikonfirmasi. (nov)





