
PANGKALPINANG, MEDIARAKYAT.CO- Rapat koordinasi perlindungan dan penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangka Belitung (Babel) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar digelar di Swiss-belhotel Pangkalpinang, Rabu (9/7/2025).
Rapat tersebut menyoroti tingginya angka korban TPPO asal Babel, yang menempati peringkat ketiga terbanyak di Indonesia.
Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya, menyampaikan keprihatinannya seusai rapat.
“Dengan penduduk Babel yang hampir 2 juta jiwa, ini menjadi ironi karena kita menjadi korban nomor 3 terbanyak kasus TPPO Myanmar. Pemerintah daerah harus terus serius menangani ini,” tegas Didit.
Didit menambahkan, Rakor dihadiri kepala desa dan lurah se-Babel.
75 korban TPPO telah dipulangkan, 35 lainnya masih dalam proses, dan data telah disampaikan ke Kemenlu dan Menkopulhukam untuk percepatan pemulangan.
“Alhamdulillah, hari ini semua kepala desa dan lurah ikut hadir dalam rakor ini. Mereka sebagai gerbang utama di tengah masyarakat. Sebanyak 75 korban TPPO asal Babel sudah berhasil dipulangkan, dan 35 orang masih dalam proses pemulangan. Data ini sudah kami serahkan ke Kementerian Luar Negeri dan Menkopulhukam agar penanganan dan pemulangan dapat dipercepat. Mereka sangat ingin pulang,” tambahnya.
Didit menjelaskan, DPRD Babel telah berkoordinasi dengan Kemenlu, Polhukam, dan BP2MI untuk mempercepat pemulangan PMI dan akan mengupayakan anggaran dalam APBD Perubahan untuk memfasilitasi kepulangan mereka.
“Kami sudah menyampaikan informasi lengkap, termasuk paspor dan jalur komunikasi, ke Kemenlu, Polhukam, dan BP2MI. Besok, kami berharap keluarga korban dapat hadir untuk bertemu dan saling terbuka. DPRD akan berupaya menganggarkan dana dalam APBD perubahan untuk membantu pemulangan mereka dari Jakarta ke Pulau Bangka,” tutup Didit sembari menjelaskan.(Ahmad)





