
OGAN KOMERING ILIR MEDIARAKYAT.CO – Guna mengajak masyarakat untuk bersama sama melakukan pengawasan Pilkada yang akan digelar pada tanggal 27 November 2024 mendatang, Bawaslu OKI menggelar acara “Bawaslu OKI Bersholawat” di halaman Gedung Olahraga (GOR) Perahu Kajang Kayuagung dengan mengundang para stakeholder yang ada di OKI secara umum, dan untuk suksesnya acara tersebut, Bawaslu OKI telah menyerahkan kegiatan tersebut kepada Event Organizer (EO) yang rencananya menghadirkan Hadroh Muhasabatul Qolby serta hadiah yang menarik, Jum’at (08/11/2024).
Namun sangat disayangkan, agenda kegiatan yang informasinya untuk masyarakat umum tersebut, ternyata hanya formalitas belaka.
Berdasarkan informasi dan hasil pantauan dilapangan, pihak panitia pelaksana (Panpel) Bawaslu OKI ternyata telah menyebarkan undangan kepada Kepala Desa (Kades), Camat, OPD dan juga kepada Organisasi Wartawan yang ada di Kabupaten OKI untuk dapat menghadiri kegiatan “Bawaslu OKI Bersholawat” yang mana agar masyarakat atau undangan hadir begitu banyak sesuai harapan, pihak Bawaslu OKI atau EO melakukan Doorprize.
Hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan bagi salah satu Ketua Organisasi Wartawan yang ada di OKI, sebut saja Ketua DPD IWO Indonesia OKI, Aliaman.
Menurut Aliaman, kegiatan tersebut memang baik sekali dilaksanakan, apalagi kegiatan yang bernuansa islami “Bersholawat”, tentunya ini sangat kita dukung dan apresiasi kepada Bawaslu OKI.
Namun ada catatan penting yang menjadi perhatian bagi pihak Bawaslu terutama bagian panitia penerima tamu atau penerima peserta “Bawaslu OKI Bersholawat”,
“Kami selaku Wartawan atau organisasi wartawan janganlah dipermainkan, jangan absensi kehadiran dibatasi hanya ada 20 orang,” terangnya.
Lanjutnya, kita sudah beberapa kali koordinasi dengan Bawaslu OKI melalui via WhatsApp dengan menghubungi salah satu komisioner Bawaslu OKI, Muhammad Kaprowi, bahwa kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan tidak ada undangan serta kegiatannya telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak Event Organizer (EO), ujarnya.
Akan tetapi disaat kita datang ketempat kegiatan (Ba’da Isya) Bawaslu OKI Bersholawat, ternyata ada tempat penerima tamu undangan yang telah disiapkan oleh Panitia Pelaksana, dimana tiap tiap peserta yang hadir harus mengisi daftar hadir dari perwakilan atau undangan masing-masing, dan saya selaku Ketua DPD IWO Indonesia OKI sempat mengisi daftar hadir peserta “Bawaslu OKI Bersholawat” dengan nama dan nomor dari DPD IWO Indonesia OKI dengan nomor urut 18, namun ketika ditanya kepada pihak panitia
“Inikan daftar hadir perwakilan organisasi, karena kolom nomor daftar hadir hanya batas 20 maka saya tulis ada 5 orang, kan ini perwakilan, ujarnya.
Masih menurut dia, pada saat itu ada salah satu staf atau anggota Bawaslu OKI berinisial “Perempuan” mengatakan
“Tidak bisa pak, cuma ada satu tiap-tiap perwakilan organisasi dan bajunya juga habis, sesuai dengan undangan ya pak” ujar si “Perempuan” tersebut.
Menurut salah satu staf atau anggota Bawaslu OKI lainnya mengatakan,
“Sebelumnya undangan sudah kita sampaikan kepada organisasi wartawan masing-masing dan undangan tersebut dititip ke PWI OKI, termasuk undangan untuk organisasi wartawan atau perkumpulan wartawan yang ada di OKI, seperti, SWI, IWO, IWO Indonesia, PPWI, Forwaki, jelas si “Perempuan” tersebut juga.
Hal ini tentunya menjadi pertanyaan, kan kegiatan ini sudah diserahkan kepada EO, namun mengapa masih Ada pihak Bawaslu yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut (panitia penerima tamu yang menyiapkan daftar hadir) dan juga yang memberikan baju kaos berwarna putih kepada para peserta “Bawaslu OKI Bersholawat” tersebut ?
Hal ini tentunya mengundang tanda tanya besar, siapa EO dan apa tugas dari EO tersebut.
Karena daftar hadir peserta untuk organisasi wartawan terbatas dan juga tidak mungkin kita selaku Ketua DPD IWO Indonesia OKI yang mendapat baju kaos sebagai peserta “Bawaslu OKI Bersholawat” sementara anggota lainnya tidak mendapat baju kaos sebagai peserta “Bawaslu OKI Bersholawat”, maka baju kaos tersebut kita serahkan kembali ke pihak panitia pelaksana penerima tamu dari Bawaslu OKI dan nama yang ditulis sebelumnya saya coret dan langsung balik kanan pulang, karena apa
“Tadi dijelaskan ada undangan, namun kita tidak mendapat undangan, dan meski undangan itu ada, hingga saat ini kita tidak menerima undangan dari Bawaslu OKI terkait kegiatan tersebut, bebernya.
Terkait hal tersebut, awak media juga ingin mengetahui siapa penanggung jawab kegiatan tersebut, dimana telah disebutkan sudah diserahkan kepada Event Organizer dan berapa dana kegiatan tersebut juga belum tahu dan masih menjadi tanda tanya. (Fis/Tim)





