
Jakarta Utara, Mediarakyat.co-
Kecamatan Seberang Ulu Satu melaksanakan kunjungan studi tiru ke RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan.
Studi tiru ini dipimpin Camatnya, Mukhtiar Hijrun,S.STP, Jumat (22/5/2026).
“Tujuan studi tiru ini terkait inovasi lingkungan dan sistem keamanan berbasis warga,”ujar Hijrun.
Melalui kegiatan ini, terang Hijrun diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi dalam meningkatkan keamanan, ketertiban, serta kepedulian lingkungan di wilayah Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang.
“Siap menerapkan hasil dari studi tiru ini,”kata Hijrun penuh keyakinan
Lanjutnya, mewakili 18 kecamatan di Kota Palembang sangat terkesima. “Faktor keamanan di sini sudah bisa mereka atasi sehingga wilayah ini terasa 200 persen terjaga,” jelas Hijrun.
Sejumlah inovasi di RT 11 Gandaria Utara, terabgnya akan coba diterapkan di wilayah Kecamatan Seberang Ulu Satu maupun lingkungan tempat tinggalnya di Palembang.
Ketua RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Imam Basori mengatakan, kunjungan studi tiru ini menjadi momentum pertukaran gagasan dan inovasi antarwilayah, khususnya terkait penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.
Keunikan RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan) terletak pada inovasi keamanan lingkungannya yang super canggih layaknya perumahan elit, namun dibangun secara swadaya dan gotong royong oleh warga.
Seperti Gerbang Digital (e-Gate 11): Pintu masuk gang dilengkapi gerbang digital berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang hanya bisa dibuka menggunakan kartu akses khusus warga.
Gerbang ini ditutup dan dikunci otomatis pada jam rawan (sekitar 22.00 hingga subuh).
Lalu Pelacak Kendaraan (GPS 11): Setiap Kepala Keluarga (KK) dibekali alat GPS portabel yang dapat dipasang pada kendaraan pribadi.
Hal ini memungkinkan warga melacak posisi motor atau mobil secara real-time melalui ponsel untuk mencegah pencurian.
Serta “Suara Malam” Berlogat Betawi: Untuk menciptakan suasana lingkungan yang lebih aman dan akrab, RT ini juga memutar rekaman suara berlogat Betawi melalui pengeras suara pada malam hari sebagai bentuk sapaan dan imbauan waspada kepada warga. (Lubis)





