
OGAN ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Mungkin Karena merasa puas menyerang Mantan bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam melalui akun facebooknya, Linda Aditya Ridho kembali mencercah akun Yaprudin Zakaria melalui cuitannya di FB.
Tidak sampai disitu, kemudian muncul lagi cuitan yang diduga sengaja ditujukan kepada sekretaris daerah (Sekda) beserta istrinya pada hari Jumat (30/9).
Kemudian pemilik akun ini pun membuat status di Facebook dengan tulisan terkesan menantang Yasandi ketua PWI kabupaten Ogan Ilir.
“Payo Yasandi Pers dimano Kau nak ketemu, baru Nemu aku orang model cak anu”, (Ayo Yasandi Pers dimana kamu mau ketemu, baru ketemu saya orang seperti Anu. red), tulis pemilik akun tersebut.

Kemudian muncul lagi cuitan yang kedua, “Payo Yasandi Pers dimano kau nak ketemu baru Nemu aku orang model cak anu, salah alamat kamutu cari orang lain bae kalu nak nyari anu (Ayo Yasandi Pers dimana kamu mau ketemu baru ketemu saya orang anu, salah alamat kamu cari orang lain saja kalau cari anu. red)”, tantangnya lagi.
Kedua cuitan itu menimbulkan pertanyaan dari Netizen sehingga banyak sekali yang bertanya ada apa yang terjadi, tidak sedikit juga yang menyarankan agar perlu dicari akar masalahnya.
Menurut Ketua PWI Ogan Ilir Yasandi menjelaskan, kejadian berawal dari ketika dirinya beserta dua orang rekannya makan siang disalah satu rumah makan pindang meranjat.
“Saat itu kami bertiga makan di warung pindang meranjat dan pekasam MANG HADI, tiba-tiba datanglah rombongan ibu camat. Singkat kata, setelah makan rombongan kami langsung bayar dan keluar warung”, terang Yasandi, Jumat (30/9).
Ketika hendak keluar, tiba-tiba secara spontan HZ bergurau dengan salah satu guru sekolahnya dulu.
“Buk, hati-hati aku ni sering dikatoke kawan pengacau, jangan galak percaya. (Bu, hati-hati saya ini sering dibilang teman pengacau, jangan mudah percaya. red) “, ujar HZ.
“Setelah sekitar 15 menit dalam perjalanan, istri dari Camat menelpon saya, berhubung namonya tidak terdaftar di handphone jadi saya abaikan”, tambah Yasandi.
Lalu Istri camat tersebut menelpon HZ tanpa basa basi dan tanpa tau sebab musababnya dan terdengar langsung marah-marah dengan HZ.
“Bilang sama Yasandi ajari anak buah dengan sopan santun, jangan asal ngomong”, Cetusnya didalam telepon.
“Merasa disebut dan tidak tahu masalahnya, saya langsung ambil Handpone HZ seraya berkata sabar buk, saya Yasandi Ketua PWI, apa masalahnya, mari kita selesaikan dengan baik, mari kita cari solusinya, lalu buk camat bilang kamu belum tau nian, aku anak polisi, keluargaku pejabat Galo, keluargaku banyak preman, dimano kamu apo nak kudatangi kantor PWI, tunggulah kulaporkan kamu ke Polres kata buk camat”, papar Yasandi.
“Melihat situasi ini bakal ada masalah saya putar balik mobil untuk menemui buk camat dan berniat meng-clear-kan suasana, tapi ketika sampai, belum sempat bicara kami sudah dicercah dengan kata-kata yang tidak pantas dikeluarkan dari mulut istri seorang pejabat publik, bahkan sempat mengancam melaporkan para wartawan kepada keluarganya yang saat ini sebagai Polisi”, lanjutnya.
Keluarganya yang dimaksudnya katanya saat ini menjabat sebagai Kapolres OKI dan ada juga keluarganya berprofesi preman.
“Bahkan sempat menelpon seseorang terdekat Wakil Gubernur dengan tuduhan melaporkan wartawan ingin mengacaukan wilayah suaminya sebagai camat”, pungkas Yasandi. (red)





