
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Memaknai arti kemerdekaan, kita seharusnya terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaan itu sendiri.
Namun sayangnya, setelah 80 Tahun Indonesia merdeka masih banyak ketimpangan dari semua aspek. Banyaknya ditemukan ketidak adilan ditengah masyarakat yang membuat mudahnya masyarakat terpecah belah oleh kepentingan pribadi.
Hal ini tentunya akan berdampak kepada kesejahteraan rakyat secara nasional dan begitu mudah dimanfaatkan secara politik.
Nachung Tajudin seorang aktivis, jurnalis serta tokoh pemuda mengamati perjalanan serta perjuangan pemuda dalam menegakkan dan menuntut keadilan sejak 30 puluh tahun yang lalu.
“Sayang sungguh sayang, ketimpangan masih saja ditemukan hingga saat ini, apalagi dari penegakkan hukum yang lagi-lagi tumpul keatas tajam kebawah”, ujar Pria Berkacamata ini sedih, Jumat (15/08/2025).
” Kita masih harus berjuang tetapi bukan untuk negara melainkan berjuang bertahan hidup untuk diri kita sendiri”, lanjutnya.
Kita saat ini, kata Nachung, melihat polemik politik yang berkepanjangan yang tidak tahu kapan ada ujungnya. Kebijakan pemerintah membuat rakyat merasa frustasi dan tidak tahu harus bagaimana.
“Baru-baru ini ribuan massa turun ke jalan menuntut seorang Bupati untuk mundur dari kekuasaannya, itu karena rakyat merasa ditindas oleh kebijakan politik yang sama sekali tidak merakyat”, kata Nachung.
“Kejadian ini merupakan wujud ketidakpuasan rakyat kepada penguasa yang membuat kebijakan tanpa pertimbangan demi kesejahteraan rakyatnya, maka jangan salahkan rakyat apabila akan ada gerakan-gerakan atau aksi-aksi serupa yang muncul di daerah lain”, lanjutnya.
Nachung berharap pemerintah dapat menyelesaikan problematika politik yang tentunya tidak merugikan dan menindas rakyat.
“Jangan sampai kebijakan ini dinilai seperti jaman kolonial”, pungkasnya. (red)





