
OKI, MEDIARAKYAT.CO – Dugaan minta setoran dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kabupaten OKI oleh oknum sekretaris dinas Kesehatan Kab. OKI kian mencuat.
Betapa tidak, ulah oknum berinisial I-J tersebut dianggap sudah sangat meresahkan karena selain merugikan keuangan Negara juga membuat para puskesmas kebingungan dalam hal pembuatan SPJ mengingat sekecil apa pun pengeluaran yang menyangkut uang harus jelas rincian dan peruntukkannya.
Uang setoran dana BOK yang dipungut oleh oknum sekretaris dinas kesehatan ini pun jumlahnya bervariasi mulai dari angka Rp. 1jt hingga Rp. 5jt per puskesmas.
Diketahui dana tersebut diterima dan diserahkan langsung kepada sang oknum melalui Kepala Puskesmas masing-masing.
Sementara jumlah puskesmas yang ada di Kabupaten OKI sebanyak 33 puskesmas sehingga bisa dibayangkan berapa banyak keuntungan yang diraup oknum tadi setiap kali pencairan dana BOK per triwulan itu.
Ironisnya lagi, Ketua Komisi IV, Tri Susanto, ketika dikonfirmasi awak media ini, hingga sekarang belum memberikan tanggapan sedikit pun.
Komisi IV ini pun terkesan enggan berkomentar dan seolah-seolah ikut menutup mata.
Sumber media ini pun menyanyangkan tidak adanya tanggapan atau komentar dari wakil rakyat tersebut karena dengan demikian tidak akan menimbulkan efek jera.
Selain itu, fungsi pengawasan sebagai wakil rakyat pun tentu dipertanyakan.
“Hal yang wajar jika banyak oknum ” Nakal” yang berbuat diluar batas jabatan dan wewenang dalam bekerja terutama menyangkut dana yang sangat rentan disalahgunakan karena pihak terkait yang berkompeten seperti DPRD yang menjadi mitra kerja juga lebih memilih diam tanpa ada aksi”, ungkap sumber dengan penuh kecewa.
Diminta kepada aparat penegak hukum kiranya mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana BOK di Kab. OKI hingga terkuak dengan jelas.(Red)



