
BANYUASIN,MEDIARAKYAT.CO- Petugas dari BNPB Kabupaten Banyuasin akan turun untuk mengecek Dua Rumah warga di RT 24 RW 04 Sukajadi Timur Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin yang atap hancur ditimpa pohon.
“Insya Allah pagi ini atau siang ini, Senin (17/2/2025) petugas BNPB Banyuasin cek dua rumah yang atasnya hancur ditimpa pohon,”jelas Lurah Sukajadi Timur Rismanto Nusantara, SE MM.
Peristiwa dua rumah warga yang atas hancur ditimpa pohon ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) menjelang Sholat Maghrib untung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Atas kejadian ini akan mengajukan proposal ke Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB) Kabupaten Banyuasin untuk membantu berupa material, seperti, Kayu, Asbes, paku, dan upah tukang untuk perbaikan,”papar Rismanto Nusantara.
Dari hasil pengecekan di tempat kejadian, dua rumah yang diimpah kayu atau pohon, di RT 24 RW 04 Sukajadi Timur, pemilik Rumah atas nama Buntor Situmeang, menyebutkan, kerusakan atap 90 persen hancur dari asbes, dan kayu semuanya patah.
“Untuk itu kepada pihak Darmawan,pengusaha dan pemerintah Kabupaten Banyuasin, kami sangat membutuhkan uluran tangan membantu dalam perbaikan rumah kami ini, “tegas pak Buntor Situmeang (55) didamping istri tercinta Erna (50).
Lanjutnya, kami sangat membutuhkan sekali, terutama, Kayu ukuran 5×7 sebanyak 24 batang, dan asbes sebanyak 48 keping ukuran 7 kaki, dan paku asbes secukupnya.
“Ini untuk satu rumah kami saja pak, belum lagi rumah sebelah sama rusak dan hancur atap dan kayunya patah,” tambah Ibu Erna.
Ketua RT 42, RW 04 Minggu, menjelaskan, kepada Media Rakyat Co, bahwa untuk sekarang kondisinya dua rumah tersebut, hancur asbesnya dan kayu patah.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pak Lurah Sukajadi Timur, Rismanto Nusantara SE, MM, Senin 17 Februari atau Selasa 18 Februari 2025 kami dan Ketua RT 42 pak Minggu untuk melaporkan kepada pihak Bupati Banyuasin, melalui pihak terkait mengajukan proposal tersebut,”tegasnya, Insya Allah memberikan kemudahan kepada warga kita yang tertimpa musibah ini agar cepat menempati rumah mereka tersebut, “tegas pak Lurah. (Saprin)





