
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO || Pasca ambruknya Jembatan Sungai Guntung di Desa Rantau Bayur Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin pada Senin, 15 Agustus 2022 lalu aktifitas masyarakat menjadi terhambat, karena akses ini merupakan satu-satunya akses yang dapat dilalui.
Namun selama belum ada perbaikan, masyarakat sekitar telah membuat jembatan darurat sebagai akses sementara.
Berdasarkan pantauan mediarakyat.co dilapangan, saat ini sudah ada aktivitas perbaikan jembatan Sungai Guntung, namun proyek ini terlihat banyak kejanggalan. Pasalnya tidak terdapat plang proyek yang dipasang dilokasi tersebut.
Iwan, Salah satu aktivis What Relation of Corouption (WRC) menduga kuat proyek yang sedang dikerjakan ini adalah proyek Siluman.
“Proyek jembatan yang saat ini sedang dikerjakan diduga menghabiskan dana sebesar 1 Miliar Rupiah”, Ungkap Iwan selaku Divisi Pengawasan dan Penindakan (09/12).
“Patut diduga bahwa proyek ini sebagai proyek siluman, karena tidak ada plang proyek yang menjelaskan spesifikasi pengerjaannya, kami juga tidak tahu kontraktor mana yang memborong proyek ini”, papar Iwan.

Tambahnya lagi, bahwa hasil dari investigasi dilokasi material yang digunakan diduga hanya menggunakan besi bekas, ada juga yang masih menggunakan besi lama.
“Kami lihat besinya yang digunakan banyak yang di tambal karena bolong-bolong”, tukasnya.
Mirisnya lagi, tidak ada jembatan sementara yang dibuat oleh si pemborong, selama proses perbaikan padahal masyarakat sekitar sangat membutuhkan akses tersebut.

“Jembatan yang dibuat oleh warga mereka bongkar, tetapi tidak dibuatkan jembatan penggantinya, sehingga hal ini sangat menghambat akses warga. Mereka membutuhkan jembatan untuk kebutuhan ekonomi, ada yang mau berjualan kepasar, kesawah dan lain-lain”, keluh Iwan.
“Kami berharap pihak terkait segera memeriksa proyek tersebut yang disinyalir tidak jelas spesifikasinya”, tutupnya.
Sayangnya hingga berita ditayangkan belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan terkait proyek perbaikan jembatan tersebut. (cg)








