
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Sehubungan dengan maraknya tindak pidana korupsi di berbagai instansi baik itu ditingkat Desa, kecamatan maupun kabupaten maka wajib dilakukan sosial kontrol secara kontinyu, dan kini salah satu puskesmas di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan realisasi Dana Bantuan Operasional Kesehataannya dipertanyakan.
BOK adalah dana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan bidang kesehatan khususnya pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan malnutrisi.
Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) puskesmas rentan dikorupsi oleh pemegang kekuasaan yang menjabat dan berdasarkan hasil investigasi tim mediarakyat.co dilapangan ada salah satu puskesmas yang berlokasi di desa Muara Batun Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI yang mana ketika awak media akan melakukan konfirmasi terkait realisasi Dana BOK dan lain-lain Pimpinan Puskesmas selalu tidak ada di tempat.
Dugaan kuat dana BOK Puskesmas Muara Batun bisa jadi ada terjadi penyelewengan karena setiap kali awak media berkunjung puskesmas Muara Batun untuk mengkonfirmasi realisasi penggunaan dana BOK, pimpinan puskesmas Muara Batun tidak pernah berjumpa dengan pimpinan puskesmas dan terkesan menghindar.
Setiap awak media ke puskesmas tersebut selalu disambut oleh staff puskesmas, staf hanya mengatakan kalau pimpinan puskesmas lagi ke kantor dinas kesehatan. Atas alasan ini disinyalir sepertinya pimpinan puskesmas Muara Batun sangat alergi terhadap wartawan sehingga selalu menghindari awak media atau memang tidak pernah masuk kerja.
Sudah beberapa kali awak media mendatangi puskesmas Muara Batun dan mengisi buku tamu dan malahan awak media membuat konfirmasi secara tertulis terhadap pimpinan puskesmas dan meninggalkan nomer hp minta untuk segera memberikan hak jawab meskipun melalui WhatsApp.
Namun sangat disayangkan konfirmasi tertulis pun tak di gubris. Maka dapat diduga ada apakah pimpinan puskesmas Muara Batun enggan menemui wartawan?
Pada Rabu 05 April 2023, Awak media kembali mendatangi puskesmas tersebut namun masih juga tak membuahkan hasil.(nov)








