
Muhammad Asri, SH
[Koordinator Persaudaraan LMND Sumsel]
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus berputar, tak ada yang lebih menenangkan selain secangkir kopi hangat di pagi hari. Aromanya menusuk ingatan, membawa kembali kenangan-kenangan perjuangan masa muda — ruang-ruang diskusi, aksi di jalan, dan semangat membara yang tak pernah padam. Hari ini, secangkir kopi itu terasa berbeda. Ia menandai sebuah perayaan: 26 tahun perjalanan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).
LMND bukan sekadar organisasi mahasiswa. Ia adalah rumah bagi mereka yang berani bermimpi tentang Indonesia yang adil dan berdaulat. Sejak kelahirannya, LMND telah menjadi bagian dari denyut nadi gerakan rakyat. Di kampus-kampus, di jalanan, hingga dalam ruang-ruang kebijakan, nama LMND telah terpahat dalam sejarah gerakan mahasiswa progresif Indonesia.
Tahun demi tahun, LMND terus menjadi benteng pemikiran kritis. Di tengah komersialisasi pendidikan, LMND tetap teguh memperjuangkan akses pendidikan yang merata, ilmiah, dan demokratis. Di tengah neoliberalisme yang menggusur petani dan nelayan dari tanah dan lautnya, LMND memilih berdiri bersama rakyat, bukan penguasa.
Kini, di usia ke-26, tantangan semakin kompleks. Gerakan mahasiswa tak lagi hanya berhadapan dengan represivitas negara, tapi juga harus menavigasi arus disinformasi, apatisme, dan kooptasi ideologis. Namun seperti kopi hitam yang pahit tapi menguatkan, LMND tetap berdiri—dengan kesadaran kelas, keberpihakan pada rakyat tertindas, dan semangat kolektif yang tak tergoyahkan.
Secangkir kopi pagi ini adalah bentuk perenungan, penghormatan, dan harapan. Perenungan atas jalan panjang yang telah ditempuh. Penghormatan bagi para kader, aktivis, dan martir perjuangan. Dan harapan bahwa LMND akan terus menjadi cahaya di tengah gelap, pelita bagi mahasiswa yang masih percaya bahwa perubahan adalah keniscayaan.
Selamat Ulang Tahun ke-26, LMND!
Tetap radikal, tetap merdeka, tetap bersama rakyat. Karena seperti secangkir kopi, perjuangan sejati tidak selalu manis,tapi selalu membangunkan.








