
PRABUMULIH, MEDIARAKYAT.CO || Memasuki hari ke-7 kejadian sumur RJA-54 mengalami kebocoran, yang menyebabkan puluhan lahan karet warga Payuputat tak bisa disadap, hingga saat ini belum bisa diatasi.
Senin, 18 Maret 2024 pagi Camat Prabumulih Barat Edi Suanto, didampingi Lurah dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas kunjungi lokasi sumur tua yang mengeluarkan gas.
Dalam kunjungan itu, Edi Suanto menyebut 51 warga Kelurahan Payuputat yang terdampak, baru saja didata untuk diserahkan ke pihak Perusahaan.
Menurutnya, warga pemilik lahan yang tak jauh dari lokasi sumur bocor, hingga saat ini belum menerima bantuan dari Pihak PT. Pertamina Adera Field.
“Tadi pagi kami cek, Lokasi sumur masuk di wilayah Kelurahan Payuputat, dan kami perintahkan pihak kelurahan untuk mendata warga yang terdampak agar diserahkan ke Pertamina” jelas Edi.
Dalam kunjungan itu Edi Suanto berharap pihak perusahaan bisa segera menyelesaikan kondisi sumur tua, yang saat ini masih menyemburkan gas, serta menghimbau agar warga tak mendekati, diradius 2 km.
Disinggung mengenai bantuan pihak PT Pertamina kepada warga terdampak di Payuputat, Mantan Lurah Payuputat itu mengaku hingga saat ini belum ada bantuan yang diberikan.
“Belum ada kalau bantuan, mungkin dalam waktu dekat data itu baru diserahkan pihak kelurahan ke Pertamina” lanjutnya.
Sebelumnya, Mardianto warga Payuputat sekaligus pemilik lahan yang tak bisa menyadap karet dilokasi kejadian, mengeluh. Selama hampir seminggu tak bisa beraktivitas, sedangkan bantuan dari pihak perusahaan juga belum disalurkan.
Ditempat terpisah, Head of Comrel & CID Zona 4 Tuti Dwi Patmayanti dalam keterangan tertulis menyebutkan telah memberikan bantuan kepada 108 warga desa Curup untuk berbuka dan sahur.(Leo )





