
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO || Bencana gelombang panas yang saat ini melanda dunia menjadi ancaman serius di sektor pertanian sebab kelangkaan pangan merupakan salah satu akibat dari permasalahan tersebut. Dimana suhu yang tinggi berpadu dengan tingkat kelembaban yang rendah melumat harapan para petani dan mengancam gagalnya panen padi di sawah.
Salah satunya telah berimbas pada area persawahan di desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan tepatnya sekitaran Telok Paku.
Salah satu warga, Irwansyah alias Iwan mengeluhkan kondisi tanah yang kering terlihat pecah seribu dan nampak gersang.
Padahal tanaman padi baru mulai menghijau kini sangat kekurangan pengairan.
Telok paku merupakan area sawah penerima manfaat optimalisasi lahan pertanian(OPLA) Tahun 2020 silam, namun nasib berkata lain di tahun ketiga tanggul utama jebol diduga akibat spesifikasi tidak sesuai dengan RAB dan disinyalir dikerjakan asal-asalan sehingga air yang keluar tidak terhitung jumlah perdetiknya.
“Disini sanak keluarga, tetangga serta anggota saya menanam padi dengan harapan 2 bulan kedepan dapat panen dan disimpan untuk dimakan hingga musim tanam berikutnya,” kata Iwan, Kamis (29/06).
“Saya tidak tahu harus bagaimana lagi dan kepada siapa lagi harus berharap agar mendapatkan solusi, sebagai ketua Serikat petani Indonesia (SPI) Basis Desa Lebung dengan segala keterbatasan kami tentu saya tahu betul bagaimana perasaan mereka terhadap perihal ini.”, lanjutnya.
Iwan berharap melalui media ini dirinya menyuarakan jeritan petani, mengharapkan semua pihak untuk mendengarkan dan turun kelapangan serta memberikan solusi.
“Sebelum keawak media para petani sudah mencoba diskusi kepada ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lebung dan juga Kepala Desa (Kades) Lebung Masrodi, MN namun tak mendapatkan solusi, tak putus asa kami akhirnya mencoba ke awak media agar jeritan ini sampai ke dinas kabupaten bahkan kementrian pertanian”, ungkap Iwan. (cg)





