
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO || Bawaslu Ogan Ilir mengharapkan semua awak media untuk berperan serta sebagai jembatan informasi masyaraka. Karena Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri, oleh karena itu diperlukan kerja sama dalam mengawasi pemilu 2024 mendatang.
Ketua Bawaslu Ogan Ilir Dewi Alhikmah Wati membuka secara resmi acara Konsolidasi pengawasan Tahapan Kampanye, “Peran Media Dalam menangkal Hoaks pada Pemilu Serentak Tahun 2024”
Dalam sebutannya Dewi mengatakan Pemilu 2024 berpotensi banyaknya berita hoaks, oleh karena itu Bawaslu mengajak awak media untuk menyamakan persepsi, menciptakan pemberitaan pemilu agar tidak terjadi disinformasi.
“Peranan Media sangat penting, sebagai jembatan informasi kepada masyarakat dan ada regulasi yang harus dipatuhi sebagai rambu-rambu PKPU Pemilu”, ucapnya.
Kemudian acara dilanjutkan pembacaan Deklarasi oleh para awak media yang dipimpin oleh Henny Primasari.
Berikut isi “DEKLARASI MEDIA KAWAL PEMBERITAAN PEMILU 2024 TANPA HOAKS”
1.Senantiasa menjaga integritas dan menjamin kemandirian dalam pemberitaan pengawasan kepemiluan.
2. Menaati Kode Etik Jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran untuk
menciptakan Pemilu damai.
3.Bersikap adil dan berimbang dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pemangku
kepentingan kepemiluan secara transparan.
4.Menguatkan pesan damai dan memberi solusi pada peristiwa konflik serta tidak memperuncing situasi di
antara pemangku kepentingan kepemiluan.
5.Siap meluruskan disinformasi, berita bohong dan palsu (hoaks) untuk mencerdaskan pemilih melalui
pemberitaan edukasi pengawasan kepemiluan.
6.Senantiasa menyampaikan pesan pengawasan partisipatif dalam diseminasi Informasi kepemiluan.
7.Siap berkolaborasi untuk ikut serta mengawasi penyelenggaraan
Selanjutnya Penanda tanganan Deklarasi oleh seluruh peserta konsolidasi.
Sementara Dra. Massuryati Koordinator divisi pencegahan, partisipasi, masyarakat dan humas Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan agar masyarakat dan awak media selalu mengawal semua proses pemilu saat ini sudah sejauh mana berjalan.
“Saat ini sudah masuk tahapan kampanye yang diikuti oleh peserta kampanye dalam hal ini adalah partai politik dalam Pasangan calon perseorangan atau perseorangan”, terang Massuryati, Jumat (08/12).
Ada tiga peserta Pemilu yakni pertama ; partai politik, kedua ; perseorangan atau DPD, ketiga ; pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Katanya, Pemilu pada tahun 2024 di tahapan kampanye ini rentan terjadi potensi kecurangan. Dimana kecurangan pelanggaran-pelanggaran itu ada ruang yang akan dilakukan oleh peserta Pemilu pada tahun 2024.
“Oleh karena itu kami beserta jajaran akan selalu melibatkan media yang ada di provinsi Sumatera Selatan ini”, kata Massuryati.
Partisipasi masyarakat dan hubungan masyarakat sangat diharapkan, ada 17 kabupaten/kota untuk melibatkan para awak media di wilayah kerja masing-masing, karena proses pengawasan ini kalau hanya dilakukan oleh Bawaslu itu tidak maksimal.
“Hanya beberapa gelintir Tim di Bawaslu provinsi Sumatera Selatan dengan 5 komisioner kabupaten/kota ada yang 3 ada yang 5 semua itu untuk mengawasi peserta pemilu yang berjumlah kurang lebih 500 dari partai politik yang akan bertanding di Pemilu yang akan datang”, lanjutnya.
Semuanya, lanjut Massuryati kita libatkan menjadi pengawasan partisipatif dengan melibatkan seluruh masyarakat menjadi maksimal.
“Pengawasan harus dilakukan ke semua tahapan, waktu hanya 75 hari, contohnya hingga saat ini baru Surat suara DPD yang didistribusikan padahal tinggal sedikit lagi waktu, Jadi jangan sungkan, kawal terus dan tanyakan ke KPU bagaimana progress logistik pemilu”, pintanya.
” Semua Media harus memantau, bukan hanya pelaksanaan kampanye tapi juga semua tahapan termasuk logistik. Kemudian jangan sampai berita hoaks menjadi perusak dalam tatanan demokrasi dengan berita yang berimbang serta mengedepankan kode etik jurnalistik. Kami siap diberikan saran atau dukungan dari semua elemen masyarakat”, pungkasnya. (lzr)





