
Landak-Kalbar, mediarakyat.co || Pelaksanaan ritual adat balala’ tamakng dimulai hari Jumat (27/05), pukul 18:00 WIB, di Simpang Meroba, Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Kegiatan ini juga dihadiri oleh PORKOPIMCAM, Ormas Bala Dayak Berserta pasirah Adat dan tokoh2 lainnya.
Paulus salah satu pengurus adat, sekaligus Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Air Besar mengungkapkan bahwa persiapan sudah dilakukan di masing-masing wilayah adat termasuk Kecamatan Air Besar.
“Persiapan dimulai pada acara naik dango dimana dilakukan pertemuan untuk pelaksanaan ritual adat balala’ di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Landak, Mempawah dan Kubu Raya”, terang Paulus.Â
“Himbauan saya kepada semua masyarakat khususnya Masyarakat Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak agar mematuhi apa yang telah menjadi kesepakatan Bersama yaitu : Kabupaten Landak, dan Kebupaten Mempawah serta Kabupaten Kubu Raya yang akan mengadakan balala serentak”, tegasnya.Â
“Balala artinya pantang, tidak boleh keluar rumah tidak boleh ngelayuk daun kayu dan tidak berjalan atau bertamu di rumah orang lain dan mulai balala dari tanggal 27 Mei 2022 pukul 18:00 WIB sampai tgl 28 Mei 2022, puku” 18:00 WIB. Setelah itu baru buka balalanya”, lanjut Paulus.Â
Adapun hal-hal yang disepakati antara lain yaitu balala’ tamakng tidak boleh keluar atau bepergian, tidak boleh menebang kayu, tidak boleh membunuh hewan, tidak boleh menerima tamu terutama dari luar kampung atau binua, tidak ada lagi petugas pancalang.
Sementara bagi agama muslim diperkenankan melaksanakan ibadah di masjid dengan pengecualian sound atau pengeras suara dikecilkan namun tidak boleh keluyuran atau bertamu ke rumah tetangga atau warga setelah ibadah.
Untuk tempat wisata, perhotelan, perusahaan, toko dan minimarket tutup selama balala’ , yang masuk pengecualian dalam balala’ dapat bertugas untuk melaksanakan seperti TNI-POLRI, BPBD, Satpol-PP, SATPAM, Wartawan, Nakes, dan petugas PLN. Khusus Bank dan CU tetap buka tapi tidak untuk menerima nasabah.
Selain itu dalam hal kemanusiaan dan bencana serta musibah disaat balala’ boleh mengutamakan keselamatan atau pemakaman. (win)Â








