
MUARA ENIM, MEDIARAKYAT.CO || Jalan Utama Kabupaten Muara Enim yang berada diantara Desa Dangku dan Siku Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Kini benar-benar putus akibat Abrasi Sungai Lematang.
Jalan ini merupakan satu-satunya akses terdekat dari Desa Dangku menuju Kota Tanah Abang Kabupaten PALI dan bisa diakses sampai ke Kota Prabumulih melalui Kelurahan Payu Putat.
Berita putusnya jalan utama ini sudah menyebar di media sosial dan kini menjadi keluhan bagi pengguna jalan yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Seminggu yang lalu ketika jalan kondisinya belum parah seperti pagi ini mediarakyat.co pernah mengkonfirmasi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim melalui Alex, namun sayangnya dinas tersebut belum merespon.
Begitupun Yupi Komisi III DPRD Muara Enim saat dikonfirmasi pagi ini (Minggu, 26/03/2023) belum memberikan tanggapannya hingga berita ini ditayangkan.
Sementara itu Kepala Desa Siku H. Karim mengatakan saat ini belum ada jalan alternatif untuk akses ke hulu atau ke hilir.
“Belum ada”, jawab Kades Singkat
Karim menambahkan “kalau Motor masih bisa lewat”, imbuhnya.
Abdurrozieq Putra, S.T., M.T Kepala dinas BPBD mengatakan dirinya telah melakukan koordinasi dengan Camat Empat Petulai Dangku untuk menghubungi yang punya tanah untuk dibuat jalan sementara.
“Sdh kukoordinasikan dgn camat utk, menghubungi yang punya tanah utk buat jalan sementara di samping”, ujar Abdurrozieq melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/03).
Arman Sarijaya, SH Camat Empat Petulai Dangku membenarkan bahwa saat ini setengah badan jalan telah putus akibat longsor dan sudah di survey oleh Tim dari Kabupaten.
“Kemaren sdh di survey oleh tim dari kabupaten, langsung di perbaiki. Untuk lebih jelasnya hubungi pak kades siku”, terang Camat.
“Dan sementara, jalan yang sebelahnya di lebari”, tambahnya.
Salah satu warga yang setiap hari melintasi Jalan tersebut mengatakan kepada media ini agar kiranya pihak pemerintah dapat segera memberikan solusi demi kelancaran aktifitas warga yang setiap hari menggunakan akses Jalan ini.
“Kami berharap pemerintah Desa, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten dapat segera mencarikan solusi yang terbaik. Minimal ada Jalan darurat yang bisa kami gunakan. Karena jalan ini sangat berbahaya dan berpotensi terus terjadi longsor”, Harap warga yang sempat diwawancarai oleh tim media. (lzr)






Yth. Pr Pejabat,Exskutif,Legislatif & Yudikatif & Serta Aparat Gakkum di Wil Setempat. Maaf berikan saran/ Masukan. Pembangunan Insfrastruktur di banyak Bidang,menurut saya, ada 3 Konci utama;
1. Tender sesuai Aturan,Hingga pemenang Profisional dlm pekerjaanya.
2. Tdk ada Kasak kusuk,antara Pengusaha dg Penguasa.
3. Pemb sampai selsai tdk lepas dri Was Dal
Pihak Terkait. Selsai Proyek Laks Timbang Terima Oleh pihak Pemerintah dg Cara yg Faer. Transparan,terbuka utk Umum. Tks.
Masukan yg bagus ndo.. Semoga pelaksana proyek bekerja sesuai RAB, agar hasilnya maksimal…