
MUARA ENIM, MEDIARAKYAT. CO || Jalan penghubung antara desa Dangku dan Siku Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim saat ini kondisinya sangat membahayakan pengguna jalan.
Jalan Kabupaten ini merupakan akses utama yang digunakan sebagai jalur penghubung baik antar desa, kecamatan bahkan antar Kabupaten.
Diketahui sejak terjadi abrasi akibat aliran sungai lematang, beberapa bulan terakhir telah dilakukan upaya penanggulangan darurat oleh tim pemda dan pemdes.
Upaya yang dilakukan oleh pemda dan pemdes yaitu dengan membuat tanggul menggunakan kayu gelam kemudian di timbun untuk menahan gerusan air dari arus sungai lematang.
Namun, berdasarkan informasi dari warga setempat pagi ini kondisinya benar-benar sudah sangat membahayakan bahkan tanggul yang dibuat juga sia-sia.


Photo : Kondisi Jalan penghubung Desa Siku – Dangku, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Minggu (07/05/2023)
Ketika dikonfirmasi, Alex Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim mengatakan bahwa dirinya baru mendapatkan informasi mengenai kondisi jalan tersebut.
“Baru dapat info, Akan dilakukan kegiatan di anggaran perubahan. Untuk penanganan darurat lewat BPBD”, terang Alex, Minggu (07/05).
Sementara itu Camat Empat Petulai Dangku Arman Sarijaya, SH juga mengatakan dirinya telah mendapat informasi tersebut.
“Iya kabarnya seperti itu, makanya akan di percepat pembuatan jalan baru, ini lagi proses”, kata Arman.
“Menurut info dari pak kades siku, untuk sementara jalan di tutup untuk kendaraan roda 4, motor masih bisa lewat, tapi harus hati-hati dan waspada”,tukasnya.
Untuk Tindak lanjut dari hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim Abdul Roziek mengatakan rencana jalan akan direlokasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kades dan PUPR, Inshaa Allah akan segera ditindaklanjuti. Seperti menginventarisasi pemilik lahan dan proses pengadaan lahannya, untuk pengadaan lahannya segera akan dikoordinasikan dengan Dinas Perkim”, terang Abdul Roziek. (red)





