
PRABUMULIH, MEDIARAKYAT.CO || Warga kelurahan Payuputat protes sekaligus menolak terkait penggunaan jalan melintasi pemungkiman masyarakat untuk mobilisasi kendaraan alat berat yang di lakukan oleh PT.Pertamina EP Field Adera di kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Provinsi Sumatera Selatan. Rabu (2/7/2023).
Hal ini disampaikan oleh salah satu warga kelurahan Payuputat berinisial M. Menurutnya, warga menolak bukan tanpa alasan, karena selain mengganggu aktivitas, warga khawatir akan terjadi kerusakan jalan, hingga menyebabkan keretakan pada bangunan rumah-rumah warga yang pada akhirnya merugikan masyarakat banyak.
Tak hanya itu dirinya menambahkan, dampak akitivitas mobilisasi kendaraan pengangkut alat berat menyebabkan tanaman pohon karet yang ada di pinggir jalan yang dilintasi tumbang, karena kendaraan terlalu tinggi.
” Pohon karet kita banyak patah karena ketinggian mobil. Sementara dalam hal ini perusahaan tidak mau tahu, apalagi ganti rugi dengan warga terdampak,,”bebernya lagi
Untuk itu ia berharap perusahaan membuat jalan khusus untuk aktivitas dan mobilisasi kendaraan
“Kita inginya aktivitas perusahaan jangan lewat di pemukiman, buat jalan sendiri,”tegasnya
Dikatakannya, mobilisasi kendaraan alat berat sudah beberapa hari terakhir melintas di jalan pemungkiman masyarakat. Tak Tanggung-tanggung, sekali melintas ada sekitar 20 kendaraan dengan beban berat sekitar 50 ton.
” Sekali lewat ada sekitar 20 mobil dengan beban berat sekirar 50 ton”,
bebernya. (yo)





