
Banyuasin, Media Rakyat – Menjawab keresahan para peternak hewan yang diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Banyuasin, Pihak Pemkab kembali mengambil Sample ternak dibeberapa kecamatan yang diduga ternaknya terjangkit PMK yakni Sapi milik Nawi Kecamatan Banyuasin III dan Sapi milik Roni Kecamatan Rambutan. Setelah dilakukan pengambilan Sampel di 2 Kecamatan di duga adanya ternak sapi yang terjangkit PMK, setelah di uji Lab hasilnya negatif (10/2/2025).
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin melalui, Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Banyuasin, Warsih, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan dari peternak terkait kasus PMK di wilayah tersebut.
Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat penyebaran PMK masih terjadi di beberapa daerah, terutama di Pulau Jawa.
Sesuai arahan Kementerian Pertanian, vaksinasi PMK terus digencarkan sebagai langkah pencegahan. Saat ini, Banyuasin telah menerima 2.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat.
“Penyakit ini sebenarnya sudah lama tidak muncul, tetapi sejak 2022 kembali ditemukan, terutama karena mobilitas hewan ternak yang meningkat, terutama menjelang Idulfitri dan Iduladha,” ujar Warsih,
Pemerintah Banyuasin akan terus memantau pergerakan hewan ternak di daerahnya dan memastikan langkah pencegahan dilakukan secara optimal guna menjaga wilayah tetap bebas PMK.(GP)








