
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO – Saat Banyuasin terlilit hutang Rp 135 miliar diduga pada masa kemimpinan Pj Bupati Banyuasin sebelumnya dan justru Wabup akan rehab Rumah Dinas dengan anggaran yang fantastis
Timbul pertanyaan dimana hati nurani seorang pemimpin bukan pembangunan seperti infrastuktur jalan dan sarana pendidikan.
“Ini justru akan merehab Rumdin Wabup dengan dana yang fantastis,”kata Mashuri,SH Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin, Jumat (26/9/2025).
Lanjutnya, PBB naik, PDAM rakyat bayar akan tetapi airnya tidak mengalir. Begitu juga Retribusi parkir diserap,Retribusi pasar diserap.
“Hutang tekacip!! Rumah dinas dibangun terus,cak nak ditempati sepanjangan,”tanya Mashuri yang biasa dipanggil Dimas.
Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati dipilih itu untuk membangun Kabupaten Banyuasin menjadi lebih baik dan lebih maju.
“Di pilih untuk bangun perekonomian semakin terdepan, bukan justru terlilit hutang,”bebernya.
Lalu katanya, DPR itu dipilih untuk mewakili rakyat guna menegur jika Kepala Daerah atau pemerintah membuat kebijakan yang kurang tepat alias tidak berpihak kepada rakyat. Bukan malah mendorong mereka dalam masalah.
Bagaimana nasib rakyat kecil, yang setiap hari bekerja untuk membayar PAM.
“Tiap hari nyangkul di Sawah untuk bayar PBB setiap tahun.Tiap hari jualan untuk bayar pajak yang di ambek dari toko,dari rumah makan dari beli beras,”katanya seraya bertanya mana nurani pemimpin,
mano nurani DPR.
Untuk itu dia, minta coba turun ke Desa-Desa di Banyuasin, koreksi Dinas Sosial,suruh mereka buka data berapa banyak anak-anak di Banyuasin putus sekolah, karena masalah orang tuanya miskin.
“Liat berapo banyak pengangguran di Desa-Desa? yang mereka nak bekebon dak mampu beli pupuk,”tegasnya.
Dimas tak habis pikir semudah itu Bupati mengatakan pembangunan di Bumi Sedulang Setudung tertunda,karena ada hutang daerah sebesar Rp 135 miliar.
“Semudah itu bupati bilang pembangunan tertunda karena hutang daerah 135 Miliar,”kata Mashuri.(Cg)





