
Nachung : “Kita boleh mengikuti arus tapi jangan mengikuti alirannya”
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO // Agenda ngopi bareng aktivis Se-Sumsel bersama Bupati Banyuasin kini disorot salah satu penggiat Medsos Sepriadi Pratama.
Sepriadi menilai kegiatan ini dilakukan oleh sang Bupati bersama para aktivis tersebut memberikan sinyak kalau Pilkada sudah tidak lama lagi.
“Memang masih lama ya, dua tahun lagi, tapi agenda seperti ngopi bareng ini tentu arahnya ke sana (Pilkada),” ujar Sepriadi dilansir dari media bukadata.net.
Pria dengan slogan ApoUjiku ini menyebut sah-sah saja jika Bupati Banyuasin mengagendakan kegiatan ngopi bareng seperti itu.
“Kritik saya hanya tujuan dari agenda itu, jika hanya menjadi ajang deklarasi untuk dua periode, ya menurut saya hambar saja.”
“Karena, agenda ngopi bareng tersebut seharusnya dijadikan ajang bagi kawan-kawan aktivis menyampaikan kritik dan saran untuk kepala daerah untuk menjadi apa Banyuasin ini kedepannya,” beber dia.
Hal yang sama disampaikan salah satu aktivis di Banyuasin, Nachung Tajudin. Pria asal Rantau Bayur ini menyarankan agar ngopi bareng menjadi kesempatan Bupati Banyuasin untuk mendengar apa kritik dari para aktivis.
“Karena Bupati juga dulunya seorang aktivis, seorang pendemo, mungkin Bupati juga perlu apa kritik dari teman-teman aktivis,” harap dia.
Â
Dirinya menambahkan kita harus mengerti maksud dari makna aktivis itu sendiri.
“Kita boleh mengikuti arus tapi jangan mengikuti alirannya, jangan sampai menghamba sehingga makna dari aktivis itu tidak hilang”, Ujarnya. (red)








