
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO || Pasca beroperasinya Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kertapati sejak bulan November 2023 lalu kini timbul permasalahan, pasalnya terpantau di lokasi banyak sekali antrian truk yang berjejer sepanjang jalan tanpa ada petugas yang menertibkan.
Bukan hanya itu, antrian truk bermuatan berat memakan lajur jalan secara berlapis bahkan sampai 600 Meter hingga persimpangan fly over jembatan keramasan.
Awak media mencoba menemui kepala UPPKB Kertapati, namun yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Okta salah satu security yang sedang bertugas bahwa Kepala UPPKB sedang ada kegiatan, jadi belum ngantor.
“Beliau sedang ada kegiatan, jadi belum ke sini”, terang Okta, Sabtu (06/01). 
Terkait kondisi antrian truk yang berjejer disepanjang jalan sebelum pintu masuk UPPKB Kertapati Okta memberikan keterangan bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi, karena truk tersebut bisa langsung masuk ke dalam untuk proses penimbangan.
“Mereka harusnya bisa langsung masuk, tapi mungkin mereka itu takut karena belum lengkap jadi menunggu petugas kita istirahat mereka bisa langsung lewat tanpa mengikuti proses penimbangan”, lanjut Okta.
Awak media mengkonfirmasi apakah tidak ada pengaturan khusus jalan utama karena hal itu sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Kalau soal itu kita tidak tahu, karena memang personil kita terbatas dan harusnya memang ada pengaturan misalnya dari pihak dishub, tapi sampai sekarang belum ada penambahan anggota”, kata Okta.
Ada informasi juga, kata Okta diluar sana (Jalan.red) ada sekelompok orang yang menjadi informan yang mungkin tugasnya bekerjasama dengan sopir truk untuk memastikan apakah masih ada penjagaan oleh aparat kepolisian dari Polresta dan CPM di depan pintu masuk UPPKB, kalau tidak ada lagi baru mereka jalan.
Saat dikonfirmasi awak media Apriyadi (65) salah satu sopir mengatakan, dirinya bersama yang lain menghindari timbangan tersebut karna denda tilangnya terlampau besar.
“Uang jalan kami tidak ada kenaikkan dari bos, kalau kami kena tilang karena kelebihan tonase, kami yang menanggung resikonya, itulah lebih baik kami menghindar dari timbangan itu Pak,”katanya. Sabtu (06/01/2024)
Ditambahkan salah satu sopir yang lain yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan, bahwa yang diangkutnya tersebut adalah batu milik Proyek Provinsi.
“Kalau saya terus melaju pasti muatan kendaraan saya kena tilang karena kelebihan tonase, yaa namanya batu pasti beratlah Pak..” Tukasnya. (lzr)








