
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO || Direktur PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin menuai kritik, pasalnya direktur PDAM diduga bertindak sewenang-wenang.
Sri Hartini, SE, MM disebut telah menyalahgunakan jabatan diantaranya yang bersangkutan membuat mutasi di tanggal cuti bersama.
Nachung Tajudin, Ketua Umum Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB) menyikapi kejadian ini dan menilai Direktur PDAM telah menunjukan kinerja yang kurang baik sehingga masih serampangan dalam mengambil keputusan atau kebijakan.
“Ini menunjukkan bahwa kerja mereka masih amburadul, contoh lain yaitu proses mutasi dalam jabatan itu harusnya setara dengan jabatan semula, ini kok malah mutasi turun jabatan”, ungkap Nachung, Selasa (30/05).
Menurut Nachung Tajudin ini tidak benar, Bupati Askolani diminta harus tinjau ulang terkait jabatan direktur PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin.
“Kinerja Direktur PDAM Tirta Betuah selama ini tidak ada yang menonjol, perlu dievaluasi ulang oleh Bupati”, lanjutnya.
Kemudian kata Nachung, seharusnya golongan C1 Mentok sampai Pensiun untuk tamatan SMA.
“Saat ini mereka yang masih jadi pegawai aktif tamatan SMA sudah golongan C2, seharusnya mentok di golongan C1 pada saat mereka pensiun nanti baru mendapatkan penghargaan jadi C2, ini jelas aturannya”, beber Nachung
“Sementara yang pendidikan Sarjana minta penyetaraan malah di anggap musuh, sebenarnya hal yang wajar mereka menuntut haknya. Disini kelihatan jika Direktur PDAM kerjanya tidak benar”, pungkasnya.
Sementara itu Kabag Keuangan PDAM Tirta Betuah Erwan ketika diminta konfirmasi, dirinya mengatakan kalau saat ini masih mengikuti Workshop di kota Palembang bersama Sri Hartini, SE, MM Direktur PDAM Tirta Betuah.
“Maaf, aku lagi workshop di palembang dengan bu Sri jugo, kalau masalah SK tanggal tersebut kalender dak libur dan juga tenggang waktu itu bisa digunakan untk serah terimo”, ujar Erwan melalui pesan WhatsApp.
Sayangnya hingga berita ini ditayangkan, nomor HP Direktur PDAM Tirta Betuah Sri Hartini, SE, MM tidak bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasinya. (red)








