
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Pasca beredarnya video percakapan chatting via WhatsApp oleh oknum sopir sang kepala dinas Pendidikan OKI dimana isinya dugaan fee proyek, tim mediarakyat.co terus menggali kebenarannya.Â
Sebelumnya diberitakan bahwa diketahui dalam video percakapan chatting itu tersebut terdapat bukti setor transfer dana sebagai fee proyek yang disetorkan ke rekening sang sopir berinisial Mr. J, Setoran dana itu sebanyak dua kali masing-masing Rp. 20 juta yang terjadi pada 28 Maret 2023 pukul 19:53:47 WIB dengan catatan beli proyek tahun 2023 Disdik OKI.Â
Kemudian disetor kembali sebagai tambahan pada 31 Maret 2023 pukul 12:04:18 WIB kepada penerima yang sama yakni Mr. J dengan keterangan tambahan uang proyek disdik OKI.Â
Oknum sopir mendesak pemohon agar segera menyetorkan uang yang diminta baik via transfer maupun secara langsung bertemu tatap muka. Karena jika tidak segera disetorkan maka oknum sopir tidak berani berjanji apakah proyek yang dimaksud bisa diambil atau dikerjakan.Â
Karena dijelaskan oknum sopir sudah banyak yang antrian untuk meminta jatah proyek tersebut. Bahkan ada diantaranya yang berani menyetorkan fee proyek sebesar 10 persen terlebih dahulu. Sisanya nanti setelah pencairan proyek.Â
Parahnya disebutkan juga di dalam video itu terdapat percakapan jika uang fee itu diperuntukan untuk Bupati OKI yang nantinya akan disetorkan.
Sedangkan fee untuk Kepala dinas dan para Kabid nya nanti setelah pencairan proyek berjalan.Â
Alhasil, Percakapan keduanya di dalam video itu pun kemudian viral, oknum sopir menjelaskan proyek mana saja yang bisa digarap dan memastikan jika proyek itu bisa dimiliki asal bisa membayar uang fee yang diminta.Â
Mr. J juga meyakinkan jika proyek yang dijanjikan benar-benar bisa dikerjakan oleh keluarga ataupun kerabat pemohon dengan memberikan bukti daftar catatan proyek-proyek nama saja yang dianggarkan dengan pagu anggaran masing-masing.Â
Aksi oknum sopir ini diduga kuat atas perintah pimpinan alias oknum sang Kepala Dinas berinisial MR, agar aksinya meminta fee kepada para pemborong atau pun kontraktor berjalan mulus. Dengan demikian oknum Kepala Dinas bisa lempar batu sembunyi tangan jika dikemudian hari bermasalah.Â
Sayangnya MR Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI masih belum berhasil dikonfirmasi terkait kebenarannya. (tim/red)








