
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Independen Bina Rakyat (LIBRA) Indonesia DPD Sumsel, menemukan adanya obat-obatan yang sudah kadaluarsa di puskesmas Tanjung Lubuk kecamatan Tanjung Lubuk kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Terungkapnya temuan ini berawal dari salah satu anggota LSM Libra, Eva yang berobat di puskesmas tersebut.Â
Usai melakukan investigasi dilapangan disuatu tempat, tiba tiba Eva mengalami sakit kepala, secara kebetulan mobil mereka melintas di puskesmas tersebut dan mampir untuk berobat sakit yang di alaminya pada Kamis, 12 Oktober 2023.
 “Ketika mau berobat karena anggota kita mengalami sakit kepala, jadi kami mampir untuk berobat, disitu kita melihat kinerja perawat yang sedang bertugas itu kurang profesional. mengapa dibilang begitu? anggota kita yang sedang sakit itu tidak lagi diperiksa langsung diberi resep dan obat”, ungkap Ketua LSM Libra Siti Aisyah, Kamis (19/10). 
“Dari situ kami curiga, tanpa diperiksa kok dikasih sirup, lalu kami memeriksa obat yang diberikan. Antara lain berupa pil amoxcillin, parasetamol dan sirup. Tetapi obat yang diberikan lihat ternyata sudah kadaluarsa. Jangan jangan obat-obatan dipuskemas ini semua pada kadaluarsa”, lanjut Siti.Â
Siti mengatakan setelah dirinya melihat obat yang diberikan sudah kadaluarsa, saat itu juga tim nyamemeriksa lemari obat. Ternyata memang ditemukan banyak obat-obatnya yang sudah kadaluarsa.
“Kemudian kami izin mengambil sample untuk barang bukti. Permasalahan ini sudah kita Laporkan ke pihak inspektorat untuk di tindak lanjuti” Ungkapnya.
Sementara awak media mencoba mengkonfirmasi Pimpinan Puskesmas Tanjung Lubuk via WhatsApp, pihak Puskesmas mengatakan mengenai hal tersebut sedang ditangani pihak Dinas Kesehatan.
“Ya, sementara ini sedang ditangani pihak dinas kesehatan Pak, Untuk sementara kami menunggu konfirmasi dari dinas kesehatan”, terang Kepala Puskesmas.Â
“Menurut staf kami tidak pernah memberikan obat kadaluarsa, Hanya itu saja pak yg bisa kami laporkan selanjutnya menunggu konfirmasi dari dinas kesehatan, Mohon maaf yg sebesar-sebesarnya pak. Untuk sementara kami menunggu hasil investigasi dahulu karena nanti ditakutkan ada salah persepsi dan inteprestasi, maaf”, terangnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan OKI, Iwan setiawan, ia meminta agar di cek kebenarannya apakah obat tersebut memang sudah kadaluarsa.
“Waalaikumsalam, saat ini tidak ada obat yang kadaluarsa. Saran, cubo cek lokasi ado dak seri yang samo dengan obat itu?, Maaf, Mungkin dak saudaraku pihak puskesmas memberikan obat pakai kotak seperti di foto itu”, Pinta Iwan. (nov)








