
Banyuasin, MR – Dengan menggunakan perahu masing-masing, Warga Desa Rantau Bayur, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menggunakan hak suaranya dalam Pemlihan Umum Tahun 2024.
Pantauan Mediarakyat.co di TPS 3, 4 dan 5 yang lokasinya berdekatan, masyarakat mulai datang ke TPS sejak pukul 07.00 WIB. Ketika masyarakat mulai berdatangan sejumlah anggota TPS yang berjaga langsung menyambut mereka yang sudah stand by berjaga.
Sembari menunggu panggilan dari Petugas TPS, masyarakat juga melihat daftar calon legislatif serta visi misi calon presiden dan wakil presiden yang menjadi peserta pesta demokrasi ini.
Di mana petugas TPS sengaja memasang panduan cara memilih dan menyediakan informasi bagi para pemilih di papan pengumuman.

Mawan salah seorang warga Desa mengatakan, dirinya rela menyempatkan waktu guna menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu serentak 2024 ini. Ia datang ke TPS 3 sejak pukul 07.00 WIB. Semua itu dilakukan guna bisa memilih pemimpin bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan.
“Tahun ini Pemilu terasa beda karena desa kami sedang dilanda banjir, kendati demikian semangat untuk memilih pemimpin untuk nasib bangsa ini tetap terjaga,” ucapnya.
Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak masuk ke dalam golongan putih atau golput.
“Sebagai warga negara Indonesia dirinya memiliki hak dan kewajiban untuk membangun negara,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Budi warga Desa Rantau Bayur yang berdomisili di luar Desa, dikatakannya bahwa caranya dengan turut berkontribusi menggunakan hak suara dalam pemilu. Langkah ini masih menjadi solusi guna memilih pemimpin dan wakil rakyat yang bisa membawa Bangka Selatan jauh lebih baik.
“Untuk kemajuan Banyuasin khususnya dan Indonesia umumnya yang lebih baik. Ini menjadi kewajiban warga negara. Supaya lebih maju untuk daerah kita,” jelasnya.
Tentunya sebagai warga negara, ini menjadi kesempatan lima tahun sekali menggunakan hak suara agar Indonesia lebih baik. Harapannya tentunya untuk kemajuan bangsa.
Lebih maju dari segala aspek kehidupan sosial, ekonomi pendidikan dan sebagainya,” tambahnya.
Sementara itu bagi generasi Z, ajang Pemilu ini menjadi momentum untuk menentukan para wakil rakyat yang bisa mendengar keluh kesah rakyatnya.
Apalagi di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat. Perlunya penyediaan lapangan kerja baru bagi para peserta didik yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, begitu pula sebaliknya.
“Harapan, mudah-mudahan ke depan lebih baik, sukses. Semoga pekerjaan bisa lebih layak dan bisa membawa masa depan Indonesia,” ujar Wildha salah satu generasi z.(gem)








