
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Sejumlah Relawan Kesehatan Indonesia, Aksi damai membawa spanduk dan poster gelar mendatangi Gedung DPRD Sumsel di Jalan Pon IX Kampus Palembang Sumatera Selatan, terkait peringatan Hari Kesahatan Nasional ( HKN) 2025 Rabu 12 November 2025.
Koodinator Aksi Miftahul Firdaus didampingi Koordinator Lapangan Krisna Dwi Adiputra membacakaan pernyataan sikap bahwa Hari Kesehatan Nasional (HKN) merupakan momentum penting untuk memprefikasikan capaian, tantangan serta masih menjadi persoalan serius, terutama kelompok miskin kota, pekerja imformal, masyarakat adat, difabel, dan komunitas marjinal lainnya.
Hak atas kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari Hak Asasi Manusia ( HAM), negara mewajibkan menjamin pemenihan layanan kesehatan tanpa diskriminasi yang diantur dalam UUD 1945 serta sebagai instrumen HAM Internasional.
Namun realitasnya menunjukkan kebijakan kesehatan cenderung bias di Kota besar, beroreantasi asuransi, dan berpitensi mengkomersilkan hak rakya atas kesehatan. Terangnya.
Momentum HKN harus dijadikan ajang untuk menegaskan bahwa kesehatan adalah hak bukan komoditas.
Aksi Demo yang di Koodinator Miftahul Firdaus yang biasa di panggi Afir didampingi Koordinator lapangan Krisna membacakan 10 tuntutan diantaranya, menuntut, ” Segera hapus denda pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak. ( Perpres no.64/2020 pasal 42), abut Perpres No. 82/2018 tentang JKN seluruh penduduk indonesia yang wajib ikut serta dalam program JKN dengan mendaftar atau dindaftarkan ke BPJS Kesehatan.
Hapus tunggakan BPJS tanpa Syarat, Ubah batas masksimal tunggakan iuran BPJS dari 24 bukan menjadi 3 bulan.
Pak Menkes Ngopi Yuk, Bias ngak bikin susah rakyat Perlindungan Keamanan tenaga kesehatan dari tindakan kekerasan.
Suara para Aksi Demo Relawan Kesahatan Indonesia, ini akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak DPRD Sumsel yang tengah rapat.
Wakil Ketua DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam, didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Ganie serta anggota DPRD Sumsel Fraksi NasDem Alfrenzi Panggarbesi, menemui sejumlah demonstran. Mereka menerima aspirasi tersebut dan berjanji akan mengundang perwakilan aktivis untuk berdiskusi lebih lanjut bersama pemerintah Provinsi Sumsel.
“Sekarang sudah ada program Penggaris dan Berkat untuk kesehatan. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan pelaksanaannya agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan rakyat,” ujar Ilyas di hadapan massa aksi.
Usai mendengarkan tanggapan dari anggota DPRD Sumsel Komisi V, Para aksi Demo membubarkan diri dengan tertib. (***)





