
OGAN ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Baru-baru ini partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Ilir menuai protes dan sorotan berbagai pihak.
Pasalnya dalam menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Kabupaten Ogan Ilir pada pemilu 2024 mendatang dinilai telah melakukan dugaan manipulasi data, pembohongan publik serta mencatut nama seseorang.
Betapa tidak salah satu nama yang tercantum pada DCT itu justru sama sekali tidak diketahui oleh yang bersangkutan.
Hal itu dialami oleh M.Said Bahrawi, dimana dirinya terdaftar pada DCT dari Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilu 2024 dengan nomor urut delapan untuk Dapil 1 (Satu). Padahal diakuinya dirinya sama sekali tidak pernah mendaftar.
Ironisnya sekretaris PKB Kabupaten Ogan Ilir sekaligus ketua Rekrut dan seleksi Caleg, Ali Albar Rozi kepada awak media menyangkal jika telah melakukan manipulasi data.
Menurut Ali Albar, pihaknya sudah konfirmasi kepada yang bersangkutan dan sudah clear. Bahkan yang bersangkutan dijelaskannya merupakan Kader PKB dan ditugaskan oleh partai untuk mengisi kuota dapil satu dan yang bersangkutan juga pernah caleg PKB di dapil empat.
Statement pengurus PKB Ogan Ilir ini setelah kembali dikonfirmasi kepada Oknum DCT tadi, M. Said Bahrawi, sangat jauh bertentangan.
M. Said membantah keras jika dirinya sudah dikonfirmasi akan dimasukan pada DCT, tiba-tiba saja ada nama dirinya tercantum disitu. Artinya semua berkas yang ada terkait dirinya diduga kuat telah dimanipulasi.
Memang diakui M. Said pada tahun 2019 pernah caleg dari PKB tetapi untuk tahun 2024 sama sekali tidak mendaftar.
Mungkin lanjut M. Said, data dirinya di tahun 2019 itu yang diambil untuk memenuhi berkas syarat perlengkapan.
“Tidak ada konfirmasi sama sekali ke saya kalau saya DCT, setelah ini viral baru ada dari pihak PKB yang menghubungi. Kalau tidak mungkin sampai kapan pun mereka akan diam seolah-olah tidak ada masalah. Ketua saja tidak ada kabar, hanya ada Ali Albar yang menghubungi dan meminta maaf atas kesalahannya”, ujar M. Said serius.
Kedepan, M. Said berkomitmen akan tetap melanjutkan perkara ini dan meminta kepada pihak terkait untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang ada termasuk pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
Karena kemungkinan besar tidak hanya dirinya yang menjadi korban tetapi banyak DCT lainnya mengalami hal serupa. (red/tim)





