
Petrus Hariyanto, mantan Sekjen PRD (Partai Rakyat Demokratik) dan mantan Sekjen SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi), bercerita tentang pembangunan gerakan mahasiswa radikal era 90-an, solidaritas untuk Timor Timur yang berujung pada aksi legendaris “lompat pagar” ke Kedutaan Rusia & Belanda, hingga kisah penangkapan serta pengalaman di penjara Orde Baru.
Dalam episode ini, Petrus berbagi kisah penangkapan, pengalaman hidup di penjara, serta bagaimana represi rezim tidak pernah mampu memadamkan semangat perlawanan. Lebih dari satu dekade terakhir, ia hidup sebagai pasien cuci darah akibat gagal ginjal akut, namun tetap menjaga api perjuangan. Sebuah kesaksian otentik dari masa gelap Orde Baru.
https://youtu.be/SKc5Pn-A2KY?si=rAvQ3f3284Mcq6YR





