
BANYUASIN, MEDIARAKYAT.CO – Dihadapan pengurus PWI Sumsel dan pengurus PWI Banyuasin Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim menyampaikan seputar Tanjung Carat dan Pabrik Kelapa untuk bahan Avtur.
Hal itu disampaikan Erwin mewakili Bupati Banyuasin H Askolani saat menghadiri pelantikan pengurus PWI Banyuasin masa bakti 2025-2028 di Auditorium Pemkab Banyuasin, Rabu (26/11/2025).
Ketua PWI Banyuasin Wardoyo, S.Ikom, Wakil Ketua Bidang Organisasi Noverta Salyadi,Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan H Gusta Yetri,SH,Drs Lubis Rahman Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Sekretaris Deni Aryanto, Wakil Sekretaris Iwan September, Bendahara Ridho Andi Sucipto,M.Pd, Wakil Bendahara Drs H Ujang Idrus dilantik Ketua PWI Sumsel Kurnaidi yang diwakili Wakil Ketua Anwar Rasuan.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin mempersoalkan penamaan pembangunan Pelabuhan Palembang New Port di Tanjung Carat, Banyuasin, Sumatera Selatan. Pelabuhan samudera yang dibangun diusulkan menggunakan nama wilayah lokasi pembangunan, yakni New Banyuasin Port.
“Pak Bupati sudah mengirim surat resmi ke Kementerian Perhubungan, seharusnya namanya New Banyuasin Port, karena lokasinya jelas di Banyuasin,” ujar Sekda.
Erwin menyebut, pelabuhan yang akan di-ground breaking pada awal 2026 itu merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Banyuasin.
“Perannya akan menggantikan Pelabuhan Boom Baru Palembang yang dinilai tidak efektif karena berada di pusat kota.
Pembangunan Pabrik Kelapa untuk bahan Avtur dari Jepang di Banyuasin Menyerap 1000 Tenaga Kerja dengan investasi Rp 600 milir
Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi bulan Februari 2027, dan pihak investor membutuhkan tenaga kerja 1000 tenaga kerja.
“Diharapkan dengan adanya pabrik kelapa untuk bahan avtur membuka peluang untuk putra- putri Banyuasin bekerja dan berkarir di pengelolaan kelapa ini,”terang Erwin
Lalu kata Erwin, kebutuhan kelapa perhari adalah sebanyak 500 ton yang nantinya akan konversi menjadi CCO (Crimea coconut oil) sebagai bahan dasar pembuatan avtur. (Lubis)








