
LSM Gerakan Rakyat : Akan kita kawal, jangan main-main jika perlu kasusnya ditindaklanjuti sampai ke Polda
BATAM, MEDIARAKYAT.CO – Kinerja Polresta Barelang Batam Kepri kini disorot oleh LSM Gerakan Rakyat (Gerak) pasalnya ada salah satu kasus hingga kini sudah setahun masih belum tuntas.
Hal ini menjadi perhatian serius dari Syawaluddin selaku Ketua LSM Gerakan Rakyat (GeRak) karena ini menyangkut kredibilitas reputasi Polri.
Hal ini berawal dari sebuah kasus dugaan penggelapan uang perusahaan senilai Rp. 80 Juta oleh Inisial ERK selaku HRD PT. Batam Kepri Security yang dilaporkan oleh Aslamiah (Owner) pada tanggal 21 April 2024. ERK disebutkan sudah bekerja selama 10 Tahun di PT. Batam Kepri Security.
“Ya, laporan kita sudah 1 tahun di Polresta Barelang, terakhir mereka bilang mau gelar perkara namun Sampai saat ini nggak ada kelanjutannya”, terang Aslamiah kepada mediarakyat.co, Jumat (09/05/2025).
“Semua saksi-saksi yang diminta oleh penyidik sudah kita hadirkan semua, Termasuk saksi dari Perusahaan Pemberian Invoice. Yang Kami laporkan ini adalah ERK staff HRD kantor kita di PT. Batam Kepri Security dan ada Surat Tanda Penerimaan Permohonan Pengaduan dan Perlindungan Hukum pada hari Selasa, 23 April 2024”, lanjutnya.
Dengan situasi ini, kata Aslamiah kami jadi ragu atas kinerja Polresta Barelang kenapa kasus ini jadi jalan ditempat.
“Terakhir sekitar 2 bulan yang lalu kami Hubungi penyidik via WhatsApp tapi tak mau balas”, ungkapnya.
“Kalau kasus ini tak juga ditindaklanjuti maka Kami akan lapor kan ke Polda terkait orang yang telah merugikan perusahaan. Karena diketahui pelaku ini ada beli mobil dan rumah”, tegasnya.
Syawaluddin ketua LSM Gerakan Rakyat (GeRak) akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Jika perlu, kita akan lakukan investigasi. Mengapa Pihak Polresta Barelang tidak mau proses kasus ini. Kalau terbukti adanya kongkalikong jangan main-main kami akan angkat kasus ini ke Polda”, tegas Syawal.
Sementara itu pihak Polresta Barelang Batam melalui R berpangkat IPDA sebagai Kanit 3 Reskrim di nomor 0813-6430-64xx saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. (Lzr)








