
Catatan Redaksi
Oleh : Drs. Lubis Rahman
(Wapempred Mediarakyat.co)
Kenapa mudah melupakan kemungkinan dan dugaan pertama karena apa yang lakukan belum seberapa besar. Kedua karena akan memilah dan memilih sesuai skala prioritas seperti kepala daerah yg menang tak mungkin semua yang membantu bisa dibalas dan bisa membantu makanya satu-2 jalan diduga menggunakan skala prioritas.
Tentu dengan skala prioritas ini mau tidak mau ada yang akan kecewa karena masuk kategori bukan skala prioritas.
Beruntung yang masuk skala prioritas tentu tidak akan kecewa. Tapi yang tidak masuk skala prioritas sudah pasti akan kecewa dan logis sebagai manusia normal kecewa.
Ini biasanya terjadi usai pilkada, berlaku hukum skala prioritas dan hukum skala prioritas ini tidak berlaku pada saat pilkada dimulai.
Karena pada saat pilkada dimulai berlaku hukum prinsip ekonomi kumpulkan banyak-banyaknya ‘suara’ agar menang pada pilkada tersebut.
Gunakan prinsip ekonomi lagi dan skala prioritas lagi bila pilkada usai, siapa yang masuk kategori dibantu atau tidak.
Inilah dunia dan kehidupan yang menang suka dan ria dan yang kalah muram durja.
Tapi bagi yang menang jangan lupa banyak janji-janji yang harus dipenuhi, semoga……








