
KISAH :
Eksil berasal dari kata bahasa Inggris exile yang berarti terasing atau dipaksa meninggalkan kampung halaman atau rumahnya. Salah satu tokoh pemuda yang ketika itu menjadi eksil adalah Syarkawi Manap.
Syarkawi Manap saat itu sedang sekolah di Kuba ketika Peristiwa 1 Oktober 1965 terjadi.
Sejak paspornya dicabut oleh pemerintah Orde Baru, ia terpaksa menjadi eksil tanpa kewarganegaraan.
Setelah mendapatkan kewarganegaraan Swedia pada tahun 1992, barulah Syarkawi Manap bisa beberapa kali berkunjung ke Tanah Air. Kunjungan kali ini, Syarkawi ingin berziarah ke makam Tjilik Riwut.
Lima puluh sembilan tahun yang lalu, di Indonesia akan diadakan Games of the New Emerging Forces (Ganefo) yang merupakan ide Bung Karno.
Syarkawi termasuk pemuda yang terpilih dan ditugaskan untuk mempropagandakan Ganefo itu ke Kalimantan Tengah.
Di Palangkaraya inilah, kota yang baru dibangun untuk ibu kota baru, Syarkawi punya kenangan yang sangat mendalam dengan kebaikan Gubernur Tjilik Riwut.
Mari kita saksikan penayangan film dokumenter “Dari Stockholm untuk Tjilik Riwut” dan bincang-bincang santai tentang eksil, pada:
Hari: Sabtu
Tanggal: 4 Februari 2023
Pukul: 14.00 — 17.00 WIB
Melalui zoom:
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/89615422001?pwd=K2VPcVk1V25VNGZMSWZyekRTaTZVUT09
Meeting ID: 896 1542 2001
Passcode: 819841
Atau live streaming youtube Jakartanicus:
https://www.youtube.com/@jakartanicus








