
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Pada tahun 2023 pemerintah mengucurkan Dana milyaran Rupiah untuk sebuah infrastruktur yang sangat penting bagi Masyarakat desa Tanjung Lubuk Kayuagung OKI.
Proyek Pembangunan Jembatan diketahui dimulai pengerjaannya pada tanggal 2 Agustus 2023 dengan masa pengerjaan 150 hari kalender, namun sayangnya pengerjaan proyek tersebut sudah hingga memasuki tanggal 2 Februari 2024 masih belum juga rampung.
Menanggapi hal tersebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gabungan Lembaga Anti Korupsi (Galaksi ) DPW Sumsel Irwansyah buka Suara, ia mengatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Selatan, Pihak PUPR Provinsi jangan memberikan addendum atau penambahan waktu terhadap proyek pembangunan Jembatan Gantung Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir.
“Jangan memberikan addendum, Dinas PUPR justru harus memberikan sanksi berupa denda keterlambatan terhadap perusahaan yang membangun proyek jembatan gantung tersebut desa Tanjung Lubuk,” kata Irwan, saat dihubungi mediarakyat.co, Kamis (02/02/2024).
“Harusnya kontrak proyek pembangunan Jembatan Gantung ini sudah berakhir sejak 2 September 2023 lalu. Namun, proyek yang bersumber dari anggaran APBN tersebut tak kunjung selesai. Dimana para pekerja masih bekerja untuk jembatan gantung tersebut”, lanjut Irwan.
“Mirisnya lagi, terlihat jelas para pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja naik di atas jembatan tersebut. Terkait hal ini sempat kita layangkan surat ke Kontraktornya namun tidak direspon”, Terangnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh mediarakyat.co proyek dengan anggaran mencapai Rp 5,436,184,000,- tersebut dikerjakan oleh PT Karya Mulia Nugraha dan penyedia jasa dari PT.Seecons,KSO. Dengan No kontrak HK 0201/E-KATALOG/Bb.5.8.5/1463.
Seharusnya, Kata Irwan sesuai dengan papan proyek yang terpasang di lokasi proyek, kalau proyek dengan nomor kontrak kontrak HK 0201/E-KATALOG/Bb.5.8.5/1463 selesai dikerjakan pada 3 Desember 2023 sejak dimulai 2 Agustus 2023. Namun, hingga saat ini proyek di bawah Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan tersebut belum selesai dikerjakan.
Ditempat terpisah beberapa awak media mencoba konfirmasi kepihak pemborong pada Kamis, 01 Februari 2024 namun sangat disayangkan pihak pemborongnya tidak ada ditempat.
Tetapi saat itu awak media disambut pihak pengawas Lapangan yang bernama Nugraha. Saat diwawancari ia mengatakan kalau awak media ingin menanyakan habis masa kontrak atau anggarannya dia tidak mengetahui soalnya ia baru disini sebagai koordinator Lapangan.
“Kawan-kawan ini dari mana, nanti saya sampaikan ke atasan. Nanti kita hubungi untuk informasi selanjutnya, disini ada kendala sengketa lahan lokasi, makanya terjadi keterlambatan ini, insya Allah proyek ini sudah 80% tinggal 20% lagi, diperkirakan 2 minggu lagi akan rampung”, Jelasnya.(Nopis)








