
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Apa Kabar Para Calon Sarjana ke 92 UIN RADEN FATAH PALEMBANG? Ditengah hiruk pikuk nya diruang lingkup kampus, lagi lagi muncul banyak keresahan dari kalangan mahasiswa/i yang tidak dapat mengikuti wisuda sarjana angkatan ke-92, dengan dalih pembatasan kuota wisuda karena efisiensi anggaran, bagaimana bisa sekelas kampus Negeri dapat merebut kebahagiaan orang tua dan mahasiswa/i yang telah menuntaskan akademiknya.
Padahal saat dahulu dikampus tersebut bisa mencapai 1.200 an peserta yang di wisuda dengan kondisi yang digedung yang sama dan kini jumlah kuota yang ditetapkan hanya 1000 peserta, Jikalau jumlah itu dibatasi dengan beralaskan anggaran, seharusnya anggaran tersebut bisa digunakan dengan secukup cukup nya seperti hal nya ibarat Snack peserta wisuda yang bermodal kan Rp.20.000 per orang bisa di minimalisir menjadi Rp.10.000 per-orang.
Ditambah lagi dengan selain adanya kebijakan ini para Mahasiswa/i pun harus menunggu selama 3 bulan baru mendapatkan Ijazah, yang artinya anggaran bukan lah suatau permasalahan dan kelengkapan validasi data ijazah para sarjana muda juga bukanlah jadi masalah, Karena untuk mendapatkan sebuah ijazah mereka butuh waktu menunggu selama 3 bulan, lantas mau menyandang sampai kapan mahasiswa/i yang sudah menyelesaikan kewajiban akademiknya dengan status pengangguran, sedangkan Ijazah merupakan suatu tuntutan didunia pekerjaan pada saat ini.
Seharusnya para pejabat kampus dapat berpikir lebih matang lagi untuk membuat suatu kebijakan sehingga tidak membuat kerugian terhadap mahasiswa dan tidak mencederai citra pendidikan yang ada di Indonesia. (cg)
#anakpetanibersuara
#anakpetanimelawan
#gemapetanisumsel





