Banyuasin, Media Rakyat – Sejumlah Penjabat (Pj) Kepala Desa yang ada di Kecamatan Rantau Bayur Diduga menyelewengkan Dana Desa Sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA).
Pj Kades yang diduga menyalah gunakan dana SILPA tersebut diantaranya, Desa Muara Abab, Desa Tanjung Pasir, Desa Lubuk Rengas, Desa Pagar Bulan, Desa Lebung, Desa Rantau Harapan, Desa Sukarela, dan Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur.
Hal tersebut disampaikan oleh Iin Kusmiran salah seorang Tokoh Pemuda Rantau Bayur, dirinya menilai ada indikasi penggelapan dana yang seharusnya untuk kebutuhan operasional kepentingan desa, tapi pada kenyataannya diduga dana tersebut tidak ada yang terlihat realisasinya.
“Jadi dana puluhan juta itu harus tersalurkan untuk kepentingan desa, bukan kepentingan pribadi. Ada beberapa contoh Desa di Kecamatan lain kebanyakan tersalurkan terealisasi, dan terlihat penyalurannya, tapi bagi-bagi sesama perangkat itulah, bukan untuk keperluan operasional Desa,” ucapnya kepada redaksi Media Rakyat.
Lebih lanjut dirinya akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, sehingga pelayanan terhadap masyarakat lebih maksimal karena fasilitas yang memadai.
“Kami juga minta pihak terkait agar melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut, sehingga tidak ada penyelewengan dan prasangka buruk di mata masyarakat. Kami juga punya data yang akurat terkait dugaan tersebut. Tidak hanya asumsi saja,” tegasnya.
Pj. Kades Sejagung Asnawi Mangkualam, saat coba dikonfirmasi Via Telepon hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban, tim juga mencoba konfirmasi melalui pesan singkat aplikasi Whatsapp belum juga ada tanggapan.
Tim redaksi Media Rakyat juga mencoba konfirmasi dengan Pj. Kades Rantau Harapan Yuliendi S.IP melalui jaringan telephone, tidak ada jawaban, dan mencoba melalui pesan singkat Whatsapp hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban.
Sementara itu, redaksi mencoba konfirmasi melalui jejaring telephone, Camat Rantau Bayur Saiful Azwar saat dikonfirmasi mengatakan, Pengakuan para dari beberapa Pj, sudah dilaporkannya, dan sudah masuk anggaran 2022, dari beberapa Pj, dua Pj yang belum bisa kita konfirmasi.
“Sudah saya hubungi satu satu dari beberapa Pj yang diduga tersebut, dan semuanya sudah buat laporan dan masuk anggaran tahun ini,” ujarnya.(cg)








